Perlindungan Anak

AK dan KK Bisa Dicetak di Desa dan Rumah Sakit


AK dan KK Bisa Dicetak di Desa dan Rumah Sakit


PALU – Dalam waktu yang tidak lama lagi, warga tidak perlu antri mengurus Akte Kelahiran (AK) dan Kartu Keluarga (KK) di kantor dinas kependudukan dan catatan sipil di wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Warga cukup mendatangi kantor desa/kelurahan atau puskesmas dan rumah sakit setempat. Dalam hitungan menit, warga sudah bisa menerima AK dan KK dari petugas operator. Hal itu terlihat di simulasi riil pelatihan operator dukumen kependudukan di hotel Amazing Palu, Selasa (17/3/2020).

Pantauan media ini, simulasi riil yang dipandu tim IT dari Flash Informatika Cemerlang (FIC), sebelum AK dan KK sampai ke tangan warga, operator desa/kelurahan, operator rumah sakit dan operator puskesmas, terlebih dahulu menginput persyaratan AK di aplikasi layanan yang sudah dibuat tim IT. Selanjutnya, operator layanan di desa/kelurahan, mengirimkan file secara online kepada operator dukcapil untuk dilakukan verifikasi berkas. Setelah berkas dinyatakan lengkap, operator dukcapil langsung menginput di aplikasi dan memprosesnya sampai menerima Tanda Tangan Elektronik (TTE) dari kadis dukcapil. Hasil final penginputan dari operator capil, selanjutnya dimasukkan di aplikasi dan pihak operator layanan di desa/kelurahan, rumah sakit dan puskesmas, bisa langsung mencetak AK dan KK tersebut serta menyerahkan ke warga/pemohon. “Warga tidak perlu berbondong-bondong lagi ke kantor capil, warga cukup ke kantor desa/kelurahan, rumah sakit dan puskesmas. Hanya dalam hitungan menit, warga bisa menerima AK dan KK,” tutur Ahmad Rahim, ADB dukcapil kota Palu kepada media ini di sela-sela pelatihan.

Salah seorang tim IT dari FIC Faisal Kasim berharap, operator layanan yang mengikuti pelatihan bisa secepat mungkin memahami dan menerapkan sistem penginputan berbasis online itu di tempatnya masing-masing secara paripurna. “Kenapa harus paripurna? agar pelayanan berbasis online itu bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga setempat,” ujar Faisal.

Sementara itu, program manager Yayasan Karampuang Mamuju (YKM) Aditya Yudistira mengatakan, pelatihan operator dokumen kependudukan melibatkan 33 peserta dari Pasigala diantaranya operator rumah sakit Torabelo Sigi, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nasana Pura Palu, Puskesmas Sangu Rara, puskesmas Dolo, operator desa Padende, desa Soulove, desa Kabobona, desa Loru, desa Wani Satu, Kelurahan Gunung Bale Donggala dan kelurahan Tipo serta Kabonena di Palu. Kata Aditya, sebelum pelatihan dilakukan, YKM bersama tim IT terlebih dahulu melakukan pemasangan server di kantor dukcapil atas dukungan Unicef Indonesia. “Ini sistem pelayanan pertama di Indonesia karena AK dan KK bisa dicetak di luar kantor Dukcapil,” pungkasnya. (N4FI)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar