Umum

Bantuan dari Sulteng Terus Mengalir


Bantuan dari Sulteng Terus Mengalir


Mamuju – Cepat tanggap membuka posko penyaluran bantuan, Yayasan Karampuang Mamuju terus menerima bantuan yang berasal dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Sejak hari pertama pasca Gempa yang terjadi tanggal 15 Januari, bantuan baik berupa tenaga relawan maupun kebutuhan dasar terus berdatangan.

Sebagaimana disebutkan oleh Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni bahwa sejak membuka posko, berbagai bantuan pun mengalir dari sejumlah mitra kerja Yayasan Karampuang di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).

“sejak kami membuka posko, ada teman-teman relawan dari Pasigala (read: Palu, Sigi, Donggala) yang membantu di dapur umum. Mereka juga ikut turun menyalurkan bantuan ke beberapa titik pengungsian.” Urainya Ija.

Relawan Pasigala tersebut merupakan mitra Yayasan Karampuang yang berstatus Fasilitator Remaja. Dimana mereka telah bekerjasama dalam program perlindungan anak pasca bencana di Sulteng sejak 2 tahun terakhir.

Selain itu, bantuan berupa kebutuhan pokok juga datang dari mitra Yayasan Karampuang di Pasigala, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Prov. Sulteng, Kelurahan Gunung Bale Donggala, Kelurahan Tipo Palu dan Desa Padende Sigi.

Ija menyebut, saat ini masih terdapat sejumlah bantuan yang terkumpul di Kantor Yayasan Karampuang di Palu, Sulteng, yang akan segera di distribusikan ke Mamuju. Bantuan tersebut dari Disdukcapil Kota Palu, Pemerintah Desa Wani Satu Donggala serta donatur lainnya.

“kami sangat bersyukur bantuan dari teman-teman pasigala terus mengalir. Kami Yayasan Karampuang telah bersama-sama mereka di Pasigala sejak bencana alam sulteng 2018 lalu, ternyata mereka balik memberi support ke kami.” Terang Ija.

Ia mengatakan, bantuan dari Sulteng tersebut segera disalurkan ke posko pengungsian dibeberapa desa di Mamuju. Yayasan Karampuang telah memiliki data awal posko pengungsian, juga telah memetakan desa yang statusnya rusak berat, sedang dan ringan.

Seperti diketahui, gempabumi berkekuatan 6,2 Skala Richter telah mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju pada Jumat, 15 Januari 2021. Bencana alam ini mengakibatkan sejumlah fasilitas umum, kantor pemerintahan dan rumah warga roboh, serta lumpuhnya perputaran ekonomi. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar