Perlindungan Anak

BERAKTIVITAS KEMBALI, LINGKARAN REMAJA JALANKAN STANDAR PROTOKOL COVID 19


BERAKTIVITAS KEMBALI, LINGKARAN REMAJA JALANKAN STANDAR PROTOKOL COVID 19


Sigi – Lingkaran Remaja merupakan salah satu kegaitan dalam program pencegahan perkawinan usia anak yang di jalankan Yayasan Karampuang bekerjasama Unicef Indonesia. Kegitan ini berupa pendekatan terhadap remaja dengan aktivitas peningkatan kecakapan hidup yang bertujuan mencegah praktek perkawinan usia anak. Aktivitas lingkaran remaja yang sempat jeda akibat adanya pandemi Corona Virus Disease (Covid – 19) kurang lebih 3 bulan, kini kembali berjalan menerapkan standar protokol covid.

Lingkaran remaja Bela Boya, Desa Padende, Kabupaten Sigi salah satunya. Pada Rabu (8/7) kemarin telah melanjutkan aktivitas lingkaran remaja sesi 19 yang berlangsung di gedung pusat kegiatan pemuda Pemdes Padende. Dediyanto Muhtar selaku Fasilitaor Remaja (fasrem) mengatakan, aktivitas lingkar remaja kali ini berbeda dari sebelumnya, dimana peserta remaja mesti menerapkan standar protocol covid -19 yaitu selalu mencuci tangan, jaga jarak dan menggunakan masker serta hand sanitizer yang telah dibagikan. Dedi juga menjelaskan bahwa sebelum pertemuan berlangsung, ia selaku fasrem telah meminta tanda tangan resmi dari orang tua/wali remaja dalam bentuk surat ijin resmi anak beraktivitas ditengah pandemic covid 19.

Terkait aktivitas lingkaran remaja, pada sesi 19 peserta remaja telah memasuki tahap merencanakan aksi pencegahan perkawinan anak diwilayahnya. Namun sebelum menyusun rencana aksi tersebut, Fasilitator Remaja terlebih dulu menyampaikan informasi terkait pencegahan penyebaran covid 19.

Lingkaran Remaja Bela Boya sendiri memilih untuk melakukan kampanye dan advokasi pencegahan perkawinan anak kepada pemerintah desa Padende. Selain itu, remaja juga akan membagikan flyer kepada warga dengan isu pencegahan perkawinan usia anak. Dedi menegaskan, bahwa aksi kampanye yang mereka lakukan akan tetap menerapkan standar protokol covid-19.

Meski menjalani aktivitas ditengah pandemi, remaja tetap menunjukkan antusiasnya mengikuti sesi akhir lingkaran remaja. Terbukti, dari 20 peserta lingkaran remaja Bela Boya, sebanyak 19 orang hadir pada sesi tersebut.

“kami juga tidak menyangka mereka bisa hadir semua, hanya minus satu orang, apalagi sekarang masih masa pandemic covid 19, tapi ternyata mereka semua masih semangat mengikuti sesi. Bahkan selama tiga bulan kita istirahat mereka selalu bertanya kepada fasilitator lokal, terkait jadwal sesinya.” Kata Dedi.

Sekedar diketahui, aktivitas lingkar remaja berjalan di tiga desa/kelurahan yang tersebar di Palu, Sigi dan Donggala. Dalam waktu dekat, lingkaran remaja di Palu dan Donggala juga akan menjalankan sesinya dengan standar protocol covid 19. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar