Pendidikan

Beri Ruang Partisipasi Kepada Remaja, Pemdes/Kelurahan Lahirkan Regulasi


Beri Ruang Partisipasi Kepada Remaja, Pemdes/Kelurahan Lahirkan Regulasi


Donggala – Pemerintah Desa dan Kelurahan di 12 lokasi intervensi yang tersebar di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) mulai memberi ruang kepada remaja untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan. Hal tersebut terbukti dengan lahirnya regulasi tingkat desa/kelurahan berupa Surat Keputusan (SK).

Berbagai unsur terlibat dalam penyusunan SK tentang Partisipasi Remaja, termasuk pemerintah desa/kelurahan, BPD Desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, fasilitator remaja juga anak remaja yang tergabung dalam kelompok Lingkar Remaja di Desa/Kelurahan.

Lurah Gunung Bale, Kalsum sebagai salah satu kelurahan pilot program, menyadari bahwa pentingnya kerjasama antara pemerintah dengan kelompok remaja yang ada dikelurahan. Sebab yang mengetahui kebutuhan remaja ialah mereka sendiri. Olehnya  itu ia berkomitmen untuk memberi ruang dan melibatkan remaja dalam kegiatan di kelurahan.

“mari kita kolaborasi, saling merangkul. Silahkan anak remaja melakukan kegiatan yang positif di kelurahan. Kalian inilah yang akan menjadi penerus, jadi lakukan yang terbaik. Kalian aset Gunung Bale, aset Kabupaten Donggala dan aset Negara.” Sebut Kalsum setelah melakukan pengesahan Surat Keputusan tentang Partisipasi Remaja, di Kantor Lurah Gunung Bale, pada Sabtu (26/12).

Adapun poin yang tertuang dalam SK tersebut yaitu memberi ruang kepada remaja untuk mengelola berbagai data dan informasi yang berkaitan dengan penanganan anak tidak sekolah (ATS), juga menyusun rencana kegiatan tahunan yang akan didukung oleh pemerintah kelurahan.

Dalam SK tersebut juga menyebut bahwa Pemerintah Kelurahan Gunung Bale berkewajiban untuk melibatkan remaja dalam musyawarah rencana pembangunan di Kelurahan.

Ditempat terpisah, Samsi Jahudin, Kepala Desa Padende, Kabupaten Sigi, juga mengakui bahwa pihaknya telah memberi ruang seluas-luasnya kepada anak remaja di Desa Padende untuk dapat berperan aktif. Olehnya itu, ia berkomitmen memberi dukungan anggaran pada tahun 2021 untuk beberapa kegiatan remaja, dan telah dibuktikan dengan terbitnya SK Kepala Desa tentang Partisipasi Remaja di Desa Padende.

“kami telah bersama-sama menyusun SK partisipasi remaja ini. Pada penyusunannya, anak remaja juga ikut terlibat, kami juga telah melalui tahap konsultasi dengan Dinas PMD Kabupaten Sigi dan hari ini kita sahkan. Ada beberapa poin yang menjadi PR kami di desa, insya allah tahun 2021 kita sudah bisa laksanakan kegiatan remaja ini.” Terang Samsi, usai melakukan pengesahan SK tentang Partisipasi Lingkar Remaja Bela Boya Desa Padende Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi tahun 2021, pada Senin (28/12) di Kantor Desa Padende.

Poin dalam SK Kepala Desa Padende yaitu, Remaja berperan dalam melakukan sosialisasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), terbangunnya galeri belajar untuk remaja Desa Padende, pelibatan remaja dalam pelaksanaan Musrenbang Desa, kegiatan keagamaan, keamanan dan kebudayaan tahun 2021, serta memberi ruang bagi anak remaja untuk berkegiatan dalam bidang olahraga, kesenian dan pendidikan.

Tak jauh berbeda, Di Kelurahan Tipo, Kota Palu, Surat Keputusan yang ditetapkan tanggal 28 Desember 2020 salah satu poinnya menyebut bahwa remaja terlibat dan dilibatkan dalam setiap pertemuan atau musyawarah kelurahan baik untuk perencanaan, pengambilan kebijakan atau keputusan serta kegiatan lainnya di kelurahan. Poin lainnya, remaja memantau dan memastikan semua anak usia sekolah di Kelurahan Tipo, semuanya bersekolah dan mendapatkan hak pendidikan yang layak, serta secara aktif memberikan informasi kepada aparat pemerintah kelurahan jika menemukan anak usia sekolah yang tidak sekolah.

Selain 3 Desa/kelurahan diatas, masih terdapat 9 desa/kelurahan lainnya yang juga menerbitkan regulasi serupa tentang pelibatan dan partisipasi remaja dalam kegiatan pembangunan ditingkat desa/kelurahan. Selain Desa Padende, Kelurahan Tipo dan Kelurahan Gunung Bale, kegiatan yang sama juga dilakukan di Kelurahan Kabonena, Kelurahan Lambara, Kelurahan Pantoloan Boya, Desa Kabobona, Desa Loru, Desa Soulove, Desa Loli Tasiburi, Desa Wani Satu dan Desa Dalaka. Dimana 12 desa/kelurahan tersebut merupakan wilayah pilot program pendidikan yang terlaksana atas kerjasama Pemerintah Kab/Kota Pasigala dengan Unicef Indonesia kemitraan Yayasan Karampuang. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar