Umum

Camat Kalukku Minta Cegah Perkawinan Anak


Camat Kalukku Minta Cegah Perkawinan Anak


Kalukku - Dalam rangka pencegahan perkawinan usia anak, UNICEF melalui Yayasan Karampuang melaksanakan penguatan dan pembentukan kelompok kerja pencegahan perkawinan usia anak di Kecamatan Kalukku.
Program Officer, Anhar mengatakan, Yayasan Karampuang sebagai mitra UNICEF di Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan program juga mendukung Program Bupati Mamuju sesuai Surat Edaran Bupati Mamuju Nomor : 009/81/I/2020 Tanggal 13 Januari 2020 Tentang Implementasi Komunikasi Perubahan Prilaku Masyarakat Dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju khususnya pada poin (1) bagian (d) menurunkan angka pernikahan anak. Sehingga mengharapkan dukungan semua pihak untuk terlaksananya program dengan baik.
Ditempat yang sama Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni mengatakan, mengatakan, kegiatan ini kelanjutan kegiatan 2017 terkait pencegahan perkewinan anak.
"Kalau bicara pencegahan perkawinan anak, tidak hanya mencegah tapi juga bagaimana menangani mereka yang menjadi korban sehingga hak-haknya terpenuhi," kata Ija Syahruni.
Ia juga berharap nantinya dari kegiatan bisa terbentuk kelompok kerja (Pokja) Pencegahan Perkawinan Usia Anak (P3UA) di Kecamatan Kalukku.
"Dalam program awal ini, hanya ada dua kecamatan yakni Mamuju dan Kalukku sebagai pilot projects. Dengan harapan menjadi contoh kecamatan-kecamatan lainnya sampai tingkat paling bawah ke desa-desa untuk melakukan pencegahan perkawinan anak," harap Ija Syahruni.
Sambung Ija Syahruni menjelaskan, dampak perkawinan anak banyak sekali, baik secara ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun lainnya. Kalau segi ekonomi dapat memperpanjang angka kemiskinan karena kalau bekerja pasti akan jadi buruh dengan upah rendah. Kalau masalah pendidikan, anak yang menikah pasti putus sekolah, begitu juga masalah kesehatan bisa menyumbang Stunting karena belum ada kesiapan dan sangat rentang terhadap janin dan kematian.
Camat Kalukku, Hardu, S.Pd., M.Si dalam sambutan dan arahannya mengatakan, memang pencegahan perkawinan anak menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini tidak harus selalu koordinasi dengan kecamatan sehingga bisa bekerja dengan baik, bisa juga koordinasi dengan semua pihak termasuk KUA.
Hardu juga menjelaskan, terjadinya pernikahan anak karena ada beberapa faktor, yang pertama putus sekolah, karena biasa kalau tidak sekolah anaknya dicarikan jodoh. Juga Karena pengruh HP, karena adanya cinta mendalam, daripada zina maka dinikahkan, jelasnya.
Membuka acara secara resmi, Hardu pun meminta yang hadir agar disosialisasikan atau disampaikan kemasyarakatan dan lingkungan masing-masing, kalau Kepala Desa sampaikan kewarganya, begitu juga lurah, kalau kepala sekolah itu bisa disampaikan kepada siswa-siswinya. (Anhar)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar