Umum

Camat Mamuju Dukung Terbentuknya Pokja Pencegahan Perkawinan Anak


Camat Mamuju Dukung Terbentuknya Pokja Pencegahan Perkawinan Anak


Mamuju - Melalui Unicef bekerjasama Yayasan Karampuang melaksanakan penguatan dan pembentukan kelompok kerja pencegahan perkawinan usia anak. Senin, 27 Januari 2020.

Kegiatan yang berlangsung di aula Pertemuan Kantor Kecamatan Mamuju, akan berlangsung selama dua hari, yakni 27-28 Januari 2020. Dengan fasilitator Ahmad Martono yang juga Master Training modul pencegahan perkawinan anak, serta narasumber dari DPPPA, PPKB dan ustadz Nur Salim Ismail.

Dalam sambutannya, Anhar selaku program Officer mengatakan, kegiatan terlaksana atas dukungan Unicef melalui Yayasan Karampuang sebagai mitra Unicef di Provinsi Sulawesi Barat.

Ia pun berharap kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan terbentuk Pokja Pencegahan Perkawinan Usia Anak (P3UA) Kecamatan Mamuju.

"Nantinya Pokja akan menjadi milik Kecamatan Sepenuhnya, juga dalam upaya mendukung Program Bupati Mamuju sesuai Surat Edaran Bupati Mamuju Nomor : 009/81/I/2020 Tanggal 13 Januari 2020 Tentang Implementasi Komunikasi Perubahan Prilaku Masyarakat Dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju khususnya pada poin (1) bagian (d) menurunkan angka pernikahan anak. Sehingga mengharapkan dukungan semua pihak untuk terlaksananya program dengan baik," kata Anhar

Sementara itu, Camat Mamuju, Syamsul SE, merespon baik dan mengapresiasi adanya kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Karampuang. Menurutnya masalah perkawinan anak sangat berdampak negatif terhadap kehidupan anak, sehingga sangat penting pertemuan ini.

Ia pun berharap nantinya bisa mengundang semua pihak terkait, khususnya tokoh masyarakat dan penyuluh agama serta mereka yang dari SMA dan SMK sehingga lebih tahu bahaya pernikahan anak dan mensosialisasikan kepada rekan sebayanya.

Dari kegiatan harapannya terbentuk Pokja P3UA. Syamsul SE pun berharap nantinya mereka yang menjadi pengurus orang-orang yang terjung langsung ke masyarakat, sehingga ia sangat mendukung terbentuknya P3UA.

Ditempat yang sama, Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah lanjutan dari program sebelumnya tahun 2017 lalu, "Dimana kita masih konsisten mengawal pencegahan perkawinan anak".

Lanjut Ija Syahruni, Pokja P3UA ini sudah dibentuk ditingkatkan kabupaten melalui SK Bupati Mamuju, kemudian kita tindak lanjuti melalui kerjsama Unicef dibentuk ditingkat kecamatan Mamuju dan Kalukku. Ini masih dua kecamatan sebagai percontohan yakni Mamuju dan Kalukku. Kita berharap nanti semua bisa terbentuk sampai level desa, jelasnya.

Kita tahu bahwa dampak pencegahan perkawinan anak banyak dan bahaya sekali,Perkawinan usia anak akan memberikan dampak buruk, resiko kematian lebih besar, karena secara medis alat reproduksi mereka belum cukup matang untuk melakukan fungsinya, kata Ija Syahruni.

"Tidak hanya berbahaya bagi ibu, tapi anak yang dilahirkan tidak luput dari risiko. Berisiko melahirkan anak secara premature dan stunting (kekurangan asupan gizi). Bahkan perkawinan anak juga berefek terhadap anak putus sekolah, sehingga dengan tingginya anak putus sekolah, mempengaruhi rendahnya tingkat Index Pembangunan Manusia (IPM)," papar Ija Syahruni.

Sambung Ija Syahruni, angka tingginya putus sekolah juga semakin kecil kesempatan kerja. Belum lagi masalah psikologis dan mental akan sangat berpengaruh, "Karena usia belum matang, akan sering terjadi percekcokan dan tidak jarang berujung pada kekerasan, baik fisik maupun verbal," kunci Ija Syahruni. (Anhar)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar