Perlindungan Anak

Capil Pasigala Beri Sosialisasi Layanan Akte Kelahiran


Capil Pasigala Beri Sosialisasi Layanan Akte Kelahiran


PALU - Salah satu program kerjasama Yayasan Karampuang bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Palu, Sigi dan Dongggala yang di dukung oleh Unicef Indonesia yakni peningkatan cakupan Akta Kelahiran. Upaya tersebut dilakukan dengan mendekatkan layanan ke masyarakat.

Sebelum melangsungkan layanan pencatatan Akta Kelahiran di tingkat kelurahan/desa, terlebih dahulu Disdukcapil Provinsi berkolaborasi dengan Disdukcapil kabupaten/Kota memberi sosialisasi layanan akta kelahiran kepada masyarakat. Sosialisasi ini berlangsung di 6 Kelurahan Kota Palu, 6 Desa Kab. Sigi serta 4 Desa/Kelurahan Kab. Donggala.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dukcapil Kota Palu, Alfrin Magdalena saat sosialisasi menyampaikan, pencatatan akta kelahiran bagi anak kini semakin mudah. Berdasarkan Permendagri No. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran, telah diatur beberapa hal yang sering menjadi kendala bagi orang tua dalam mengurus Akta Kelahiran anak.

“Dalam permendagri  akte kelahiran bisa terbit dengan empat macam. Pertama, Akte kelahiran yang kelahiran anaknya dari pasangan suami istri yang memiliki buku nikah. Kedua, Jika KK sudah ada dengan status suami istri tapi belum memiliki buku nikah, akte anak juga bisa terbit dengan frase anak dari A dan B yang perkawinannya belum tercatat.” Terang Alfrin saat melakukan sosialisasi di Kelurahan Kayumalue Pajeko, Senin (8/4/19).

Lanjutnya, yang ketiga, kalau ada anak, tapi bapak tidak ada, anak ini tetap berhak memiliki akta kelahiran, caranya, tetap dimasukkan dalam kartu keluarga ibunya yang masih mengikut diorang tuanya, dengan status anak tersebut yaitu cucu dan akte kelahirannya akan tertulis ‘anak dari seorang ibu’.

Lalu keempat, Akta kelahiran bagi anak yang tidak diketahui orang tuanya atau anak terlantar. Pada akta kelahiran yang tercantum hanya nama anak saja.

“jika ada kasus seperti yang kedua, ketiga dan keempat tadi, saat bapak ibu mengurus akta kelahiran, sertakan dengan surat pertanggung jawaban mutlak atau SPTJM yang bapak ibu tandatangani. Jadi sekarang tidak ada lagi alasan tidak mengurus akta kelahiran anak, semua ada jalan keluarnya.” Papar Alfrin.

Selain di Kelurahan Kayumalue Pajeko, sosialisasi yang sama juga telah dilakukan di Kelurahan Watusampu, Buluri, Silae, Kabonena, Pantoloan Induk dan Pantoloan Boya untuk wilayah Kota Palu. Juga di Desa Wisolo, Pulu, Rarampadende, Pesaku, Pewunu, Padende dan Pombewe untuk wilayak Kabupaten Sigi. Lalu Desa Oti, tibo, Lambonga dan Desa Lende untuk Wilayah Kabupaten Donggala.

Setelah sosialisasi dilakuakn di 25 titik Desa/Kelurahan Pasigala, masih dengan dukungan Unicef Indonesia, Pemerintah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala akan melaunching inofasi layanan Akta Kelahiran berbasis Desa/Kelurahan dan melakukan layanan pencatatan akta kelahiran di 25 Desa/Kleurahan tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya, masih atas kerjasama Yayasan Karampuang, Disdukcapil Pasigala yang didukung oleh Unicef, telah melakukan layanan pencatatan Akta Kelahiran di 25 titik Posko Pengungsian sebagai bentuk respon tanggap bencana. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar



  1. Mantap Pasigala Bangkit. Yayasan Karangpuan semoga kehadirannya dapat membatu masyarakat luas.

Tinggalkan Komentar
gambar