Perlindungan Anak

Cegah Perkawinan Usia Anak melalui Dialog Warga


Cegah Perkawinan Usia Anak melalui Dialog Warga


Palu – Salah satu upaya pencegahan perkawinan usia anak di Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) Yayasan Karampuang bekerjasama dengan komunitas Child and Youth Support Community (CYSC) Sulawesi Tengah dengan dukungan Unicef Indonesia menggelar dialog warga. Selain pendampingan kecakapan hidup bagi remaja melalui kegiatan lingkar remaja, strategi pencegahan perkawinan anak juga dijalankan dengan pendekatan dilevel orang tua melalui dialog warga.

Pada pelaksanaannya, komunitas Child and Youth Support Community (CYSC) Sulawesi Tengah menentukan 15 titik huntara di Pasigala sebagai wilayah intervensi. Setelah mendapatkan pelatihan penguatan kapasitas, 45 orang fasilitator dialog warga dari CYSC Sulteng kini telah menyelesaikan sesi pertama dari empat sesi dialog berbasis huntara.

Selaku koordinator CYSC Sulteng, Dwi Utami Putri mengatakan bahwa minggu pertama Fabruari, fasilitator dialog warga telah menyelesaikan sesi pertama di 15 huntara. Menurutnya, sebagai tahap awal, masyarakat cukup antusias mengikuti sesi.

“Ada beberapa huntara yang senang karena memang ternyata belum pernah mendapatkan kegiatan terkait pencegahan perkawinan anak. Ada juga yang sebelumnya sudah pernah dapat tapi kemudian malah menjadi lebih aktif dan semnagat menjalani sesi. Secara keseluruhan, warga antusias mengikuti sesi. Dan untuk sesi pertama Alhamdulillah berjalan dengan baik.” Urainya.

Menurut Program manager Yayasan Karampuang, Aditiya A. Yudistira, Dialog warga dibutuhan sebagai sharing pendapat antar warga sebagai pemeran utama dan langsung untuk pencegahan perkawinan anak dalam bentuk rencana aksi nyata. Dengan harapan, masyarakat dapat memahami dampak perkawinan anak dan adanya rencana aksi masyarakat di level desa untuk mencegah praktek perkawinan anak. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar