Pendidikan

Dialog dengan Pemdes, Remaja Usul dilibatkan Dalam Pengambilan Keputusan di Desa


Dialog dengan Pemdes, Remaja Usul dilibatkan Dalam Pengambilan Keputusan di Desa


Sigi – Remaja yang tergabung dalam kegiatan Peningkatan Partisipasi Remaja ditingkat desa dan kelurahan kini telah melalui 10 pertemuan. Setiap pertemuannya, remaja dipandu oleh fasilitator muda Yayasan Karampuang. Pada pertemuan ke 10, remaja melakukan dialog dengan pemerintah juga tokoh masyarakat ditingkat desa/kelurahan utamanya terkait pelibatan remaja dalam setiap pengambilan keputusan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Fasilitator Remaja Desa Soulove, Dediyanto, bahwa remaja yang ia dampingi telah melakukan pertemuan dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Remaja memaparkan harapannya terkait pelibatan atau partisipasinya ditingkat desa, seperti pelibatan remaja dalam pengambilan keputusan, adanya ruang untuk kegiatan positif juga ruang untuk menyalurkan bakat dan potensi remaja.

“jadi pada pertemuan ke 10 remaja kami melakukan dialog bersama pemerintah desa, mereka menyampaikan harapannya untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan diberi ruang untuk berpartisipasi. Alhamdulillah kami mendapat respon yang baik. Bahkan pemerintah megaku akan mendukung dengan memasukkan kegiatan yang berkaitan dengan remaja dalam RKP Desa tahun 2021.” Urai Dedi setelah melakukan pendampingan pertemuan ke 10, pada Sabtu (19/12/2020).

Selain Pemerintah Desa, kata Dedi, remaja dampingannya juga mendapat dukungan secara moril dari tokoh masyarakat di desanya.

Sementara itu, Program Officer Yayasan Karampuang, Andri Pramono menjelaskan bahwa, peningkatan partisipasi remaja merupakan salah satu kegiatan dalam program Education in Emergency yang berjalan atas kerjasama Yayasan Karampuang kemitraan Unicef Indonesia dengan Pemerintah Kab/Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Tahapan selanjutnya, kata Andri, akan diadakan advokasi kepada pemerintah desa dan kelurahan pilot program dengan mereview kembali hasil dialog oleh remaja. Harapannya remaja dapat benar-benar berperan di desa/kelurahan, utamanya dalam hal pendidikan.

“disesi advokasi nanti, akan mereview ulang hasil dialog remaja dengan pemerintah desa. Jadi yang mau kita dorong adalah desa menerbitkan kebijakan terkait partisipasi remaja. Akan dibentuk tim penyusun kebijakan partisipasi remaja, hingga finalisasi model kebijakan apakah berbentuk perdes atau surat keputusan, nanti hasilnya akan dibawa ke advokasi sesi 2 untuk dipaparkan dan disahkan.” Terang Andri.

Untuk diketahui, kegiatan yang sama terkait peningkatan partisipasi remaja tidak hanya di Desa Soulove tapi juga di 11 desa/kelurahan pilot program yang tersebar di Pasigala, diantaranya Kelurahan Kabobona, Kelurahan Tipo, Kelurahan Lambara, Kelurahan Pantoloan Boya, Desa Kabobona, Desa Loru, Desa Padende, Kelurahan Gunung Bale, Desa Loli Tasiburi, Desa Wani satu dan Desa Dalaka. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar