Perlindungan Anak

Dialog Warga Lahirkan Ragam Kegiatan Pencegahan Perkawinan Anak, dari Sosialisasi hingga Senam Pagi


Dialog Warga Lahirkan Ragam Kegiatan Pencegahan Perkawinan Anak, dari Sosialisasi hingga Senam Pagi


Palu – Dialog warga merupakan forum diskusi antar warga dengan pemangku kepentingan tingkat desa/kelurahan dan kecamatan dalam rangka pencegahan perkawinan usia anak. Dialog yang berjalan 3 kali pertemuan ditingkat desa, dan 2 kali tingkat kecamatan alhasil melahirkan beragam inovasi kegiatan.

Sosialisasi tentang pentingnya mencegah perkawinan anak, menjadi salah satu usulan warga baik di Palu, Sigi maupun Donggala. Mulai dari sosialisasi di sekolah, posyandu, sampai rumah ibadah akan dilakukan oleh pemerintah desa/kelurahan dan kecamatan bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, baik guru, petugas kesehatan hingga pengurus masjid. Ragam usulan lainnya yaitu adanya peraturan desa (perdes) tentang pencegahan perkawinan anak, dan meningkatkan aktifitas positif remaja dengan kegiatan posyandu remaja, sanggar seni, remaja masjid hingga senam pagi setiap hari minggu.

Dialog warga berlangsung di 3 desa/kelurahan, dan 3 kecamatan sebagai piloting program perlindungan anak, yaitu di Kelurahan Tipo dan di Kecamatan Ulujadi Kota Palu, Desa Padende dan Kecamatan Marawola di Kabupaten Sigi serta di Desa Wani Satu dan di Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala.

Ketua kelompok kerja (Pokja) pencegahan perkawinan usia anak Desa Padende, Melati, yang juga selaku fasilitator pada dialog warga tingkat desa mengatakan, ragam kegiatan tersebut merupakan usulan warga sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil dialog warga, termasuk usulan senam pagi setiap hari minggu yang dijadwalkan disetiap RT.

“senam pagi juga erat kaitannya dengan pencegahan perkawinan anak. Dimomen senam pagi setiap hari minggu ini, kita melibatkan remaja dan membuka forum diskusi santai, misalnya mengajak mereka bercerita tentang aktifitas malam minggunya, disini kita bisa selipkan sosialisasi pencegahan perkawinan anak.” Terangnya saat menfasilitasi dialog warga sesi 3 di Desa Padende Kabupaten Sigi, Jumat (9/9).

Dialog warga merupakan salah satu rangkaian kegiatan pencegahan perkawinan anak  yang berjalan atas kerjasama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota Palu, Sigi, Donggala (pasigala) dengan Yayasan Karampuang atas dukungan Unicef Indonesia.

Program Officer Yayasan Karampuang, Amriadi Muhdar menjelaskan, dialog warga tingkat desa melibatkan unsur kepala dusun/lingkungan, ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan orang tua dan pemuda. Sedangkat ditingkat kecamatan, melibatkan unsur kepala desa/ kelurahan sekecamatan, KUA, UPTD pendidikan, polsek, koramil, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah/guru, serta lembaga lokal.

Pada prosesnya, dialog warga dimulai dengan pemaparan terkait hak-hak anak, undang-undang perlindungan anak dan perkawinan serta mengajak warga untuk berdiskusi terkait faktor pendorong perkawinan anak, dampak yang ditimbulkan serta bagaimana solusi yang harus dilakukan dalam mencegah praktek perkawinan usia anak yang jelas melanggar Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, dimana usia minimal perkawinan baik laki-laki maupun perempuan yaitu 19 tahun.

“ada banyak faktor penyebab terjadinya perkawinan anak, beda wilayah beda juga faktornya, seperti misalnya diwilayah perkotaan, perkawinan anak biasanya disebabkan pengaruh gadget dan media sosial, sementara diwilayah pegunungan bisa jadi karena ekonomi keluarga, atau putus sekolah. Itulah mengapa kami mengadakan dialog warga ini karena yang bisa mengetahui kondisi wilayahnya masing-masing adalah warga itu sendiri. Disesi akhir, warga sendiri juga yang menyusun rencana aksi apa yang akan mereka lakukan dengan dukungan desa atau kelurahan untuk mencegah perkawinan usia anak.” Terang Amriadi.

Terkait usulan perdes tentang pencegahan perkawinan usia anak, amriadi mengatakan, ada tim khusus yang akan menyusun perdes tersebut, terdiri dari unsur kepala desa, BPD Desa, tim Pokja Pencegahan perkawinan anak tingkat desa, serta tokoh masyarakat dengan dampingan Yayasan Karampuang. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar