Perlindungan Anak

Disdukcapil Mamuju Finalkan Bentuk Sistem Pencatatan Kelahiran Berbasis Online


Disdukcapil Mamuju Finalkan Bentuk Sistem Pencatatan Kelahiran Berbasis Online


Pengembangan sistem relasi pencatatan dokumen kependudukan berbasis online kini dalam tahap finalisasi sistem. Sebelum difinalkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) besama Yayasan Karampuang dan Unicef menyosialisasikan bentuk atau tampilan dan cara kerja sistem online tersebut kepada desa/kelurahan pilot program, serta instansi yang tergabung dalam sistem relasi pencatatan kelahiran. Sosialisasi tersebut berlangsung di ruang rapat Disdukcapil mamuju, pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Kepala Disdukcapil, H. Suparman menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi tahap awal, sekaligus memberi kesempatan kepada anggota sistem relasi untuk memberi masukan terkait cara kerja sistem online. Selanjutnya, masukan dapat ditindaklanjuti dalam rangka membantu meringankan beban masyarkat mamuju terkait dokumen kependudukan.

“Saya mohon bidan bisa mengkoordinasikan kepada masyarakat agar mereka bersalin di bidan, karena kami butuh surat keterangan lahir dari bidan untuk pembuatan akta kelahiran, kami harap, bidan bisa lebih proaktif untuk melacak masyarakat yang akan melahirkan.” Harap Suparman.

Pada forum tersebut, Tanniewa Putra, Konsultan IT yang membuat aplikasi sistem online pencatatan kelahiran memaparkan, terdapat beberapa proses inti pada pencatatan kelahiran secara online, yaitu pendaftaran peserta oleh admin di masing-masing desa, disitu ada penginputan data-data kelahiran, kemudian terkirim ke Disdukcapil secara otomatis, yang akan diproses dibidang kependudukan dan pencatatan sipil, terakhir proses cetak dokumen.

“pertanyaannya, kalau desa atau puskesmas telah mendaftarkan peserta, haruskah ke capil untuk mengecek sejauh mana prosesnya. Nah sistem ini menjawab, setiap satu kali pendaftaran, akan mengeluarkan satu invoice yang dipegang oleh pendaftar, jadi baik operator maupun peserta, bisa mengecek status dokumennya dengan memasukkan nomor register pada lembar invoice ke sistem, semua tertera di sistem. Nanti secara otomatis dinas kependudikan akan mengeluarkan nik yang baru bagi anak, dan akan diterbitkan akta kelahiran.” Urainya.

Terkait operator yang menjadi admin di masing-masing desa, ia menyampaikan mesti atas persetujuan Disdukcapil sebab, disdukcapil yang bertanggung jawab atas sistem online tersebut. katanya, ini untuk mengindari penyalahgunaan sistem oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihak Yayasan Karampuang berharap selanjutnya konsultan memberi pelatihan kepada operator yang ada di desa, termasuk bidan praktek swasta, puskesmas, rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta agar anak dapat terpenuhi hak dasarnya, yaitu memiliki akta kelahiran. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar