Umum

Diskusi Tematik Covid 19, Berikut Pemaparan 4 Narasumber


Diskusi Tematik Covid 19, Berikut Pemaparan 4 Narasumber


Mamuju –  Diskusi tematik virtual mengenai pencegahan dan penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) di Sulawesi Barat, kamis (30/4) kemarin menghadirkan 4 orang narasumber. Keempat narasumber ini ialah mereka yang berkenaan langsung dengan pencegahan dan penanganan covid-19 di Sulbar.

Ada Anggota Komisi IV DPR RI, DR. H. Suhardi Duka hadir sebagai narasumber pertama. Selaku anggota komisi yang memiliki lingkup tugas dibidang pertanian,kehutanan, kelautan dan perikanan, Suhardi memastikan pangan dimasa pandemi saat ini masih dalam kondisi aman hingga Juni mendatang.

“kalau melihat ini (luas panen di Sulbar periode April, Mei, Juni) maka tiga bulan Sulbar itu aman, dengan konsumsi beras di sulbar rata-rata 111,58 kg per kepala maka kita butuh untuk tiga bulan ini kurang lebih 45rb ton sedangkan produksi kita kurang lebih 65rb ton. Berarti kita surplus sekitar 15rb ton lebih.” Urainya.

Meski tak mematenkan nilai surplus tersebut, karena Sulbar juga menjual beras ke daerah tetangga seperti Kalimantan dan Palu, Suhardi Duka yakin untuk tingkat produktivitas di sulbar, termasuk wilayah aman dari sisi pangan beras hingga Juni nanti.

Sebagai narasumber kedua dalam diskusi tematik virtual, hadir Ketua Pansus pengawasan gugus tugas covid-19 DPRD Sulbar, Sukardi M. Nur. Sesuai fungsinya, Sukardi menyampaikan telah melakukan beberapa tindakan seperti berkoordinasi dengan pemerintah daearah, dalam rangka memastikan tidak ada data penerima bantuan yang tumpang tindih.

“Kalau sudah mendapatkan bantuan seperti PKH, BLT diharapkan tidak mendapatkan bantuan lain lagi. Karena selama ini data yang masuk adalah penerima PKH dan BLT. Sekarang ini kita mendata kembali yang belum termasuk.” Sebutnya.

Dalam hal penyaluran, Sukardi menyampaikan pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung ke desa. Adapun model pengawasannya yaitu setiap anggota DPRD turun kedapil masing-masing dalam rangka pengawasan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai turut hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah menerima daftar kuota penerima bantuan dari pemerintah pusat yang telah terpetakan perwilayah. Pun pihaknya telah melakukan validasi data, baik DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) maupun nonDTKS.

Bau Akram memastikan tidak ada data ganda karena DTKS setiap tahun dilakukan pemutakhiran data, yang mana telah terintegrasi dengan pusat data dan informasi (pusdatin) Kemensos RI.

“Tidak ada data ganda. Data ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari tingkat desa. Kemudian dimasukkan dalam aplikasi, dan terkoneksi ke pusdatin kemensos.” Terangnya.

Selanjutnya, sebagai narasumber keempat, hadir Direktur Rumah Sakit Regional, dr. Indah Nursyamsi. Ia menyampaikan bahwa kondisi di Rumah Sakit ada 4 pasien positif. Sementara di Rumah Sakit Karantina yaitu di gedung lama RS Regional, ada sekitar 11 pasien.

Untuk kapasitas ruang karantina, Indah menyebut jika kondisi semakin parah, satu ruang karantina dapat diisi 3 sampai 4 tempat tidur, jadi  dapat menampung hingga 100 pasien. Adapun yang dikarantina yaitu OTG dan ODP.

“kalau PDP ringan atau berat, itu kita tempatkan diruang isolasi karena peralatan lebih lengkap. Di ruang karantina hanya terdapat alat kesehatan sederhana seperti tensi dan obat-obatan.” Sebutnya.

Meski masih tersedia ruang yang cukup untuk pasien karantina, Indah berharap, Rumah Sakit Daerah di kabupaten seSulbar juga dapat menyiapkan RS Karantina, karena untuk karantina tidak terlalu membutuhkan alat yang canggih.

Sebagai langkah penanganan, Indah menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan posko screening covid-19, seperti rapid tes. Sebab saat ini Sulbar dalam kategori transmisi lokal, sehingga begitu ada pasien demam, batuk itu sudah bisa jadi PDP.

Diskusi tematik online tersebut berjalan kurang lebih 90 menit yang juga disiarkan dibeberapa televise dan radio lokal wilayah Sulawesi Barat. Adapun inisiator diskusi diantaranya, Komisi Penyiaran Indonesia wilayah Sulawesi Barat, Yayasan Karampuang, Asosiasi Media Siber Indonesia wilayah Sulbar, Yayasan Marandang Sulbar, Gema Difabel Sulbar, Media Katinting.com dan Komunitas Info Manakarra. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar