Pendidikan

GKB Pasigala, sertakan Anak Disabilitas


GKB Pasigala, sertakan Anak Disabilitas


Palu – Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang telah dilaunching oleh Pemerintah Kabupaten/Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) sepekan lalu juga mengikut sertakan anak disabilitas. Dari jumlah total 385 anak sepasigala, terdapat 11 disabilitas usia 7-18 tahun yang mendapat kesempatan mengikuti jenjang pendidikan.

Program Officer Yayasan Karampuang, Irfan DJ mengatakan bahwa penanganan anak tidak sekolah (ATS) melalui GKB tersebut bersifat inklusi, dimana juga melibatkan anak disabilitas untuk turut mendapatkan pendidikan yang layak. Sebagaimana tujuan program yang dijalankan atas kerjamasa Unicef Indonesia, Yayasan Karampuang dan Pemerintah Kab/Kota Pasigala yaitu untuk mendukung setiap anak dalam mendapatkan hak pendidikannya.

11 anak tersebut berasal dari 7 Desa/Kelurahan yang ada di Palu dan Sigi. Yaitu di Kelurahan Pantoloan Boya 2 anak, Kelurahan Tipo 1 anak, Kelurahan Kabonena 1 anak, Desa Soulowe 2 anak, Desa Padende 2 anak, Desa Loru 2 anak, dan Desa Kabobona 1 anak. Menurut Irfan, anak disabilatas yang tidak bersekolah tersebut diketahui keberadaannya dari hasil data SIPBM yang telah dilakukan di 12 desa/kelurahan pilot program pendidikan.

“sebelum Gerakan Kembali Bersekolah dilaunching, ada beberapa tahapan yang telah kita lalui, salah satunya pendataan SIPBM. Dari hasil data itu, ditemukan sejumlah anak putus sekolah, termasuk anak disabilitas ini. Kemudian kami bersama tim melakukan pendekatan, ternyata mereka ingin ikut kembali bersekolah.” Terang Irfan, di Kantor Program Yayasan Karampuang, Sabtu (26/12).

Dari 11 anak, terdapat 1 anak yang masuk dalam Sekolah Dasar Inklusi yaitu SD Inpres 15 Wara, Kota Palu. Sementara 10 lainnya masuk di Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar