Pendidikan

Instrumen Rapid Pro diReview dan diRedesign Guna Maksimalkan Monitoring Anak GKB di Mamuju


Instrumen Rapid Pro diReview dan diRedesign Guna Maksimalkan Monitoring Anak GKB di Mamuju


Mamuju - Setelah resmi dilakukan uji coba monitoring Rapid Pro pada tahun 2017 lalu, kini system untuk memonitoring dan mengevaluasi anak yang telah dikembalikan kesekolah melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) tersebut di-review dan di-redesign. Kegiatan yang berlangsung atas kerjasama Unicef Indonesia, Yayasan Karampuang dan Pemerintah Kabupaten Mamuju tersebut berlangsung di Matos Hotel, Mamuju pada Rabu (25/9/19).

Perencanaan untuk melakukan perubahan pada system monitoring rapid pro tersebut dilakukan guna mememaksimalkan informasi mengenai status anak yang telah dikembalikan ke sekolah melalui GKB, apakah masih bersekolah, ataukah rentan putus sekolah atau bahkan telah kembali putus sekolah. Dengan begitu, antisipasi penanganannya pun dapat dilakukan sejak dini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Suhaeni Kudus selaku perwakilan Unicef Indonesia yang hadir saat pembukaan kegiatan, bahwa agar upaya mengembalikan anak kesekolah tidak menjadi hal yang sia-sia, dianggap perlu untuk melakukan monitoring terhadap anak yang telah kembali bersekolah. Sebab, melihat fenomena yang terjadi, banyak anak yang telah dikembalikan kesekolah namun kembali putus sekolah.

“Dengan mempertimbangkan fenomena tersebut dan ingin memastikan bahwa anak yang telah dikembalikan dapat tetap bersekolah, Unicef memperkenalkan instrumen bernama rapid pro, dan telah diuji coba pada tahun 2017 lalu, ini untuk memonitoring anak-anak yang ikut GKB. Intinya kita ingin mendeteksi sedini mungkin anak-anak yang telah dikembalikan.” Terang Suhaeni.

“Jadi melalui monitoring ini, diharapkan bisa kita identifikasi kalau misalnya ada anak-anak GKB yang sudah 2 minggu berturut-turut tidak masuk sekolah, itu bisa segera terdeteksi sehingga langkah-langkah pencegahan supaya mereka tidak putus lagi bisa segera kita lakukan.” Lanjutnya.

Melihat pengaplikasian Rapid Pro yang masih kurang maksiamal, dianggap penting untuk melakukan review dan redesign instumen monitoring tersebut. Dengan menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang juga merupakan tim GKB yakni Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju,Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Perpustakaan Daerah, juga Dewan Pendidikan, serta perwakilan beberapa sekolah di Kabupaten Mamuju, Rapid Pro kembali dirancang.

Dengan mekanisme baru rapid pro nantinya, perwakilan Unicef Indonesia, Yayasan Karampuang dan Pemkab Mamuju berharap instrument tersebut dapat tetap digunakan untuk memantau perkembangan anak GKB di Kabupaten Mamuju. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar