Perlindungan Anak

Kemenko PMK Gelar Forum Diskusi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak, Yayasan Karampuang ikut Terlibat


Kemenko PMK Gelar Forum Diskusi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak, Yayasan Karampuang ikut Terlibat


Jakarta - Kementrian Koordinasi bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar forum diskusi nasional dalam rangka pencegahan perkawinan usia anak. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat pada hari Kamis (31/10/19). Kegiatan forum diskusi nasional yang berlangsung selama 2 hari tersebut menghadirkan peserta dari berbagai elemen termamsuk Yayasan Karampuang Mamuju sebagai lembaga lokal yang bergerak dibidang perlindungan anak.

Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak , Ghafur Dharmaputra menyampaikan bahwa prevalensi perkawinan anak di Indonesia masih tinggi dan tidak mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sementara perkawinan usia anak adalah pelanggaran dasar hak asasi anak perempuan yang membatasi pendidikan, kesehatan, penghasilan dimasa depan, keselamatan dan kemampuan anak perempuan.

Olehnya itu digelar forum diskusi tingkat nasional untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pemerintah pusat, provinsi, kabupaten /kota serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan perkawinan anak terutama setelah adanya pengesahan terhadap RUU tentang perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Adapun yang dibahas yakni perumusan strategi upaya pencegahan perkawinan anak paska disahkannya RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, juga perumusan strategi sosialisasinya.

Ghafur berharap, dengan adanya diskusi nasional dapat melahirkan rencana tindak lanjut berupa strategi dan upaya sosialisasi paska disahkannya RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Pada forum tersebut, juga dilakukan panel diskusi yang menghadirkan Kepala Desa Kalepu Sulawesi Barat, Indo Upe selaku narasumber yang memaparkan praktik baik pencegahan perkawinan usia anak di desanya. Juga ada Dian Hardianti selaku perwakilan Yayasan Karampuang yang berbagi informasi terkait praktik Lingkar Remaja sebagai salah satu langkah sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak  di Mamuju yang ujungnya anak remaja itu sendiri yang akan menyebarkan virus pencegahan perkawinan anak kepada teman sebayanya.

Adapun peserta dari forum diskusi nasional ini diikuti oleh 100 orang yang merupakan perwakilan dari KPPPA,Bappenas, Kemensos, Kemdikbud, Kemenkes, Kemenkominfo, Kemendagri, Kemenag, Kemenpora, Kemenpar, Kemenakertrans, POLRI, BKKBN, Dinas PP-PA (34 provinsi) dan LSM pemerhati anak dan perempuan. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar