Umum

Komik ‘Nalingu’ Lahir, Remaja Miliki Media Edukasi Tanggap Bencana


Komik ‘Nalingu’ Lahir, Remaja Miliki Media Edukasi Tanggap Bencana


PALU - Remaja merupakan salah satu kelompok rentan saat terjadi bencana. Bahan bacaan terkait situasi tanggap bencana menjadi salah satu media edukasi yang dibutuhkan oleh kelompok remaja. Utamanya, bacaan yang menarik dan mudah dipahami. Komik, menjadi pilihan Yayasan Karampuang bersama Unicef untuk memberi edukasi tanggap bencana kepada remaja di Sulawesi Tengah yang telah menghadapi bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

Dengan bekerjasama dengan penulis lokal Sulawesi Tengah bersama tim, komik berjudul ‘Nalingu’ pun lahir. Ialah Jamrin Abubakar, bersama Al Gifari, Muhammad Afiat Lahalido, dan Moh. Gugun Ramadhan sebagai penulis dan illustrator komik tersebut.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju telah melaunching secara resmi komik ‘Nalingu’ pada Rabu, 19 Juni 2019 di d’Kalora Café, Palu. Hal tersebut menandakan bahwa remaja telah memiliki media pengenalan dan pembelajaran tentang aspek kebencanaan. Pasca melaunching, iapun menyerahkan secara simbolis komik tersebut kepada beberapa sekolah yang ada di wilayah Palu, Sigi dan Donggala juga kepada OPD yang terkait anak dan remaja dan dinas Perpusatakaan dan Arsip wilayah Palu, Sigi dan Donggala.

pada kesempatannya, Ardiansyah mengapresiasi tim penulis juga yayasan karampuang dan unicef yang telah ikut andil dalam membangun dunia literasi di Sulawesi tengah. Ia juga mengapresiasi konteks lokal yang diangkat pada komik tersebut. Ardiansyah berharap, para penggiat literasi juga dapat lebih bersemangat dalam melahirkan bahan bacaan serupa terkait edukasi tanggap bencana.

Adapun komik ‘Nalingu’ berisi tentang keluarga yang tanggap terhadap situasi kebencanaan, sehingga keluarga tersebut mampu bertahan ketika tiba-tiba menghadapi bencana. Menariknya, ‘Nalingu’ berisi konteks lokal mulai dari judul, latar lokasi, tokoh maupun istilah-istilah bencana yang ada disulawesi tengah.

Jamrin, selaku penulis komik mengatakan, kata Nalingu merupakan bahasa lokal suku Kaili yang berarti gempa bumi dari kata dasar lingu. Dalam pengerjaannya, penulis yang focus dengan isu-isu kebudayaan dan kesejarahan ini mengatakan telah melakukan riset terkait istilah-istilah lokal tersebut. Waktu 3 bulan ia manfaaatkan, hingga buku tersebut resmi dilaunching.

Sebanyak 500 eksemplar komik ‘Nalingu’ tercetak. Menurut Program Oficer Yayasan Karampuang di Kota Palu, Hanafi Saro, ‘Nalingu’ disebar ke beberapa TK, SD dan SMP sederajat di Pasigala. Selain itu juga diedar ke 25 titik posko pengungsian wilayah dampingan lingkar remaja sebagai bahan bacaan remaja. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar