Umum

Lempar Dadu Ular Tangga, Wagub Sulteng Launching Media KIE Pencegahan Perkawinan Anak


Lempar Dadu Ular Tangga, Wagub Sulteng Launching Media KIE Pencegahan Perkawinan Anak


Palu – Wakil Gubernur Sulawewi Tengah, Rusli Baco Dg. Plabbi melempar dadu ular tangga sebagai simbol peresmian media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ‘Pencegahan Perkawinan Usia Anak’. Selain Ular Tangga, juga ada film dokumenter, leaflet, merchandise, puisi dan Iklan Layanan Masyarakat yang kini dapat digunakan dalam mengkampanyekan pencegahan perkawianan usia anak.

Selain melaunching media KIE tersebut, pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika, Kamis (30/1) kemarin, Rusli juga menandatangani komitmen bersama ‘Gerakan Pencegahan Perkawinan Anak Pasigala’ diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng, Kota Palu, Kab Sigi, Kab Donggala, serta instansi terkait lainnya dan lembaga non pemerintahan yang bergerak dibidang perlindungan anak.

Rusli menyampaikan apresiasi atas adanya gerakan pencegahan perkawinan anak tersebut, terlebih dengan media KIE yang dikemas dengan permainan ular tangga yang tentu sangat mudah dimainkan oleh anak-anak. Ia mengakui bahwa perkawinan anak tidak dapat dicegah dengan bergerak sendirian, olehnya itu ia meminta setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah praktek buruk tersebut.

Dikegiatan yang sama juga hadir Kepala Perwakilan Unicef wilayah Sulawesi dan Maluku, Hengki Widjaya. Kepada undangan yang hadir, Hengki menyebut bahwa angka perkawinan anak pasca bencana di Sulawesi Tengah meningkat, olehnya itu dibutuhkan tindakan bersama untuk mencegah. Sebab jika dibiarkan, perkawinan anak dapat memicu tingginya angka kemiskinan, angka putus sekolah, stunting, KDRT, kematian ibu dan bayi dan masalah sosial lainnya.

“Masalah perkawinan anak juga punya kontribusai terhadap masalah sosial di daerah. Karena daerah yang tinggi perkawinan anaknya itu memicu tingginya angka kawin cerai sampai trafficking dan lain sebagainya. Dari pihak kami kemudian, kami berharap kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan di daerah, membuat strategi yang bisa dikonstektualkan dengan pengalaman daerah itu sendiri.” Papar Hengki.

Olehnya itu, pada pertemuan yang dilaksanakan oleh Yayasan Karampuang dengan dukungan Unicef Indoensia, dibangun komitemen bersama antar pemangku kepentingan untuk mencegah perkawinan usia anak. Yang mana, DP3A Pasigala sepakat untuk membentuk kelompok kerja pencegahan perkawinan usia anak dan akan melakukan penguatan di level kecamatan dan desa melalui advokasi dan sosialisasi pemangku kepentingan di wilayah pilot program yakni Kelurahan Tipo Kota Palu, Desa Padende Kab Sigi dan Desa Wani 1 Kab Donggala. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar