Perlindungan Anak

Merayap, Inovasi Rancangan Disdukcapil Mamuju Tuntaskan Kepemilikan Akta Kelahiran


Merayap, Inovasi Rancangan Disdukcapil Mamuju Tuntaskan Kepemilikan Akta Kelahiran


‘Merayap’ adalah singkatan dari Menangani Rakyat Sampai Polosok. Merayap merupakan inovasi yang dirancang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Mamuju sebagai upaya penuntasan kepemilikan akta kelahiran. Hal ini diutarakan oleh Kepala Disdukcapil, Suparman dalam pertemuan review layanan terpadu pencatatan kelahiran dan analisa bottleneck (sumbatan masalah) yang berlangsung di d’Maleo Hotel, pada hari Kamis (27/7).

Suparman menjelaskan, pihaknya akan membuat server khusus untuk melakukan perekaman secara manual. Gambaran teknisnya, Disdukcapil melakukan kunjungan dor to dor untuk melihat anak-anak yang tidak memiliki akta kelahiran.

“jadi kami akan membuat server sendiri untuk melakukan perekaman secara manual, kita akan dor to dor, kita akan melihat anak-anak yang tidak memiliki akta kelahiran. Kita foto, kita terbitkan akta kelahirannya langsung ditempat, saya yang akan bertandatangan.” Urainya.

Nanti setelah proses ditempat itu, barulah pihaknya memasukkan data ke server induk Disdukcapil Mamuju lalu langsung di hubungkan ke server pusat.

Untuk mendukung program inovasi ‘Merayap’ ini, Suparman mengaku telah melakukan permohonan bantuan dana ke DPRD Kab. Mamuju.

“jadi saya bicara kemarin dengan ketua komisi I, kalau bisa saya dibantu 200 juta saja saya sudah bisa jalan untuk semua server dan peralatannya yang saya butuhkan, sehingga masyarakat kami ini bisa terlayani. Mudah-mudahanan DPR setuju.” Harapnya.

Demi efektifnya program ‘Merayap’, suparman akan merangkul beberapa unsur termasuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Babinkamtibmas dan Babinsa.

“Nanti kami bersama Diknas mungkin akan memasuki sekolah-sekolah mulai dari Paud, TK, SD dan SMP kita harus sisir, mana anak-anak yang belum memiliki akta kelahiran kita harus terbitkan langsung. Termasuk babinsa, binmas dilapangan, kalau ada data kami turun langsung kami poto langsung serahkan di tempat itu akta kelahirannya.” Imbuh Suparman.

Menurutnya, untuk menuntaskan kepemilikan akta kelahiran, dibutuhkan langkah konkrit. Berdasarkan data Disdukcapil Mamuju, masih terdapat kurang lebih 4 ribu anak yang belum memiliki dokumen akta kelahiran, atau sekitar 64%. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar