Perlindungan Anak

Momentum Hari Kasih Sayang, YKM Sasar Sekolah Sosialisaikan Pencegahan Perkawinan Usia Anak


Momentum Hari Kasih Sayang, YKM Sasar Sekolah Sosialisaikan Pencegahan Perkawinan Usia Anak


Mamuju – 13 dan 15 Februari 2020 di antara hari kasih sayang, kami Yayasan Karampuang melaksanakan bakti sosial kampanye pencegahan pernikahan usia anak dengan tema milenal ‘Nikah? Nanti dulu deh, setelah tamat sekolah’.

Puji syukur senantiasa mengalir, sebab sejak tahun 2017 Yayasan Karampuang selaku mitra dari UNICEF yang begitu peduli tentang anak telah melakukan berbagai kegiatan pencegahan pernikahan usia anak di tataran pemerintah setempat dan juga masyarakat. Kini mencoba memparipurnakan setiap gagasan dengan melibatkan anak-anak secara langsung dalam ruang-ruang diskusi tentang hal ikhwal yang begitu penting ini.

Betapa miris memang bahwa indonesia menduduki peringkat ke-7 dunia dan peringkat ke-2 di ASEAN terkait pernikahan usia anak. Dan yang paling telak adalah sulawesi barat berada di posisi teratas dari semua provinsi di Indonesia dengan angka pernikahan usia anak yang tertinggi.

Kampanye pencegahan pernikahan usia anak tidak bertujuan untuk melarang/menentang sebuah pernikahan. Tetapi lebih kepada bagaimana menyiapkan ilmu dan mental menuju jenjang pernikahan yang matang dan ideal. Membahas dampak-dampak buruk pernikahan usia anak, sehingga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kasus-kasus kekerasan pada anak.

Kegiatan sosialisali ini diluar dari ekspektasi tim Yayasan Karampuang. Kami disambut hangat oleh pihak sekolah (SMA negeri 1 Mamuju dan MAN 1 Mamuju) juga mendapat respon yang begitu antusias dari adik-adik peserta.

Diawali dengan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi oleh ibu Kepala Sekolah. Beliau memberi kalimat penegasan yang luarbiasa "menikah tidak dilarang tetapi pilihlah waktu yang tepat, kalau kita sudah siap". Pun pada sesi tanya jawab tanpa sungkan para peserta mengajukan pertanyaan tentang perjodohan, kesiapan jasmani dan rohani dalam pernikahan hingga menanyakan tentang rentang usia pasangan suami istri yang ideal. Cukup menjadi dalil betapa mereka para pelajar ini juga menaruh perhatian yang tinggi terkait pernikahan di usia muda. Dan yang mencengangkan adalah bahwa hal tersebut terjadi di sekitar mereka. Setelah pemateri menanyakan apakah mereka pernah menyaksikan, para peserta didik itu bahkan menyebut telah terjadi lima kasus teman sebayanya yang menikah di usia sekolah. Sungguh sebuah fakta yang memilukan!

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dari pihak Yayasan Karampuang kepada Pihak Sekolah sebagai bentuk terimakasih yang tak terhingga. Sebab telah bersedia mewadahi pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak. Serta tak lupa mengabadikan momen berharga ini dengan pembagian pin kepada para peserta dan berfoto ceria bersama.

Dengan terlaksananya kegiatan ini Yayasan Karampuang menaruh harapan dapat menjadi langkah konkrit untuk meminimalisir kasus-kasus yang begitu marak akhir-akhir ini menimpa anak. Semoga dapat menjadi secercah hal baik dalam penanggulangan kasus kekerasan pada anak. Dapat menjadi wadah berbagi ilmu dan informasi pada anak terkait hak-haknya yang mesti mereka ketahui. Sehingga setiap anak dapat memperoleh haknya, mengembangkan dirinya yang kelak menjadi penerus bangsa.

Mamuju, 15 Februari 2020

Yayasan Karampuang



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar