Perlindungan Anak

Mulai 1 Desember, Disdukcapil Pasigala Mobile Layani Akte Kelahiran Di Posko Pengungsian


Mulai 1 Desember, Disdukcapil Pasigala Mobile Layani Akte Kelahiran Di Posko Pengungsian


PALU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala (Pasigala) akan melakukan pencatatan Akte Kelahiran secara mobile di posko-posko pengungsian. Setelah dilakukan Advokasi Akte Kelahiran antar pemangku kepentingan di Pasigala beberapa waktu lalu, kini dilanjutkan dengan rapat persiapan antar Tim Disdukcapil dan Koordinator Posko Pengungsian. Berdasarkan hasil rapat persiapan yang dilakukan di Kantor Dukcapil Kota Palu dan Kantor Dukcapil Kab. Sigi pada Rabu (28/11) tersebut, disepakati pencatatan akte kelahiran akan dimulai sejak tanggal 1 Desember 2018.

Sebelumnya, tim Yayasan Karampuang telah mendata anak usia 0-18 tahun yang tidak memiliki akte kelahiran di 25 titik posko intervensi Unicef – Yayasan Karampuang. Data tersebut yang akan menjadi acuan saat pelayanan oleh Disdukcapil secara mobile.

Turut hadir dalam rapat persiapan, perwakilan Unicef bidang perlindungan anak, Hening. Ia menyampaikan, program perlindungan anak dalam keadaan darurat diharapkan dapat membantu memenuhi hak dasar anak yakni Akte Kelahiran. Ia berharap, tidak hanya dalam keadaan darurat saja, tetapi kedepannya ada sistem untuk mempercepat pelayanan akte kelahiran.

Selain itu, kepada para koordinator posko pengungsian, Hening berpesan agar mereka menginformasikan jadwal kedatangan Disdukcapil di masing-masing posko. Juga koordinator posko tetap aktif dalam mengakomodir masyarakat yang hadir.

“Bisa jadi, yang datang bukan hanya mereka yang masuk dalam pendataan, tapi karena mendengar informasi dari teman atau keluarga, mereka yang tidak masuk dalam data juga datang, jadi untuk mengantisipasi antrian atau bahkan keributan, diharapkan ada meja khusus semacam costumer servis untuk melayani mereka, jika berkas pendukung lengkap, bisa dilayani. Kalau belum lengkap, bisa diberi pengertian dulu. Kita juga mesti ingat bahwa kita fokus di layanan dasar anak usia 0 sampai 18 tahun.” Terang Hening.

Di Kota Palu, menurut petugas Disdukcapil, pencatatan dapat dilakukan secara online di posko pengungsian, sehingga Akte Kelahiran dapat langsung dicetak. Sementara untuk Kabupaten Sigi, pencatatan di posko pengungsian masih bersifat offline, dari itu, pihak Dukcapil Sigi menyampaikan bahwa mereka akan mencatat terlebih dahulu di posko pengungsian, lalu dicetak di Kantor Dukcapil, kemudian kembali mengantarkan berkas yang telah jadi ke posko-posko.

Khusus di Kabupaten Donggala, rapat persiapan pencatatan kelahiran antara Disdukcapil dan koordinator posko pengungsian akan berlangsung pada hari Senin (3/12). Setelah itu, segera dilanjutkan pencatatan Akte Kelahiran di posko pengungsian.

Adapun jadwal pencatatan Akte Kelahiran yang telah disepakati ialah, di Kota Palu, Posko Mamboro tgl 1/12, Posko Balaroa tgl 5/12, Posko Bantaya tgl 8/12, Posko Petobo I dan Petobo II tgl 9/12, Posko Dayo Dara tgl 11/12, Posko Walisongo tgl 13/12 dan Posko Masjid Agung I dan Masjid agung II tgl 15/12. Untuk Kabupaten Sigi, Posko Posivinti tgl 3/12, Posko 3 Lolu tgl 4/12, Posko 2 Jono Oge tgl 5/12, Posko 3 Jono Oge tgl 6/12, Posko 6 Jono Oge – Lolu tgl 7/12, Posko Desa Kabobona tgl 10/12, Posko Desa Sibalaya Utara tgl 11/12, Posko Desa Bangga tgl 12/12, dan Posko Desa Poi tgl 13/12. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar