Perlindungan Anak

Pastikan Layanan Akta Kelahiran Online Terlaksana, Disdukcapil Pasigala Lakukan Monev


Pastikan Layanan Akta Kelahiran Online Terlaksana, Disdukcapil Pasigala Lakukan Monev


Palu – Sistem layanan dokumen kependudukan akta kelahiran online berbasis desa/kelurahan dan fasilitas kesehatan telah dibentuk di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala (Pasigala). Terdapat 12 titik layanan akta kelahiran online yang tersebar sePasigala. Melihat perkembangan layanan tersebut, Yayasan Karampuang dengan dukungan Unicef Indonesia membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) kemudian melakukan kunjungan ke layanan Akta Kelahiran online. Monev tersebut berlangsung 2 hari di Kota Palu, 2 hari di Kabupaten Sigi dan 1 hari di Kabupaten Donggala dari tanggal 21 hingga 25 September 2020.

Selaku ketua tim monev Kota Palu, Kepala Disdukcapil Prov. Sulteng, Abd. Haris Yotolembah menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses pelayanan akta kelahiran online, kendala yang dihadapi dan mencari solusi bersama-sama untuk mencapai target 100 persen kepemilikan Akta Kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun di desa/kelurahan piloting.

Pada prosesnya, terdapat beberapa kendala yang diutarakan oleh petugas layanan akta kelahiran di desa/kelurahan maupun pada fasilitas kesehatan, mulai dari jaringan, dokumen atau berkas pemohon yang belum lengkap, minimnya sumber daya operator hingga insentif petugas layanan.

Khusus kendala jaringan dan insentif operator layanan, Kabid Monev Bappeda Kota Palu, Nurnaningsi meminta pihak layanan dan tim berkoordinasi terkait hal tersebut, agar layanan dapat berjalan dengan baik dan melebar ke seluruh Kota Palu.

“kedepannya ditahun 2021, Kalau pak walikota menetapkan bahwa layanan ini diterapkan disetiap puskesmas sekota Palu, tentu dukungan insentif harus dianggarkan. Kami minta hitungan riilnya berapa orang, juga sarana dan prasarananya. Ini yang perlu menjadi catatan kita semua sehingga dana bisa dialokasikan agar layanan di kota palu bisa berbasis IT.” Kata Nurnaningsi saat melakukan monev di Puskesmas Sangurara sabagai salah satu titik layanan Akta Kelahiran online di Kota Palu, Selasa (22/9).

Kendala lain diutarakan oleh Kepala Desa Kabobona, Muhamad Zainal, bahwa terdapat beberapa warga yang ingin mengurus Akta Kelahiran anaknya, namun ia tidak memiliki KTP. Menanggapi itu, Kepala Disdukcapil Sigi, Pasobongan, mengarahkan agar dibuatkan keterangan domisili.

“KTP jangan jadi hambatan, ini bisa diberikan kebijaksanaan dengan mengeluarkan keterangan domisili. Jangan sampai itu yang menghambat capaian 100 persen akta kelahiran disini. Yang penting ada keterangan domisili dengan menunjukkan KK, itu bisa diproses. Namun tetap dengan catatan bahwa setelah itu harus mengurus KTP nya di Capil.” Terang Pasobongan saat monev di Desa Kabobona, Rabu (23/9).

Dalam monev tersebut, perihal sosialisasi juga menjadi poin penting. Kepala RSUD Torabelo Sigi, Dr. Graf mengaku akan lebih gencar melakukan sosialisasi yaitu dengan cara menempelkan kertas persyaratan pengurusan Akta Kelahiran pada buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) ibu hamil atau lebih dikenal ‘buku pink’. Dengan begitu, sebelum melahirkan, orang tua sudah dapat melengkapi berkasnya sehingga saat anak lahir, akta kelahiran juga dapat langsung dicetak.

Inovasi lain terkait sosialisasi juga datang dari Desa Wani Satu, Kabupaten Donggala. Saat monev yang berlangsung di Kantor Desa pada hari Kamis (24/9), Kepala Desa Wani Satu, Andri Habrin mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan radio komunitas desa sebagai media sosialisasi terkait pelayanan akta kelahiran online berikut dengan persyaratan yang dibutuhkan.

Selaku mitra Unicef Indonesia juga penanggung jawab kegiatan, Program Manager Yayasan Karampuang, Aditiya Arie Yudistira menyampaikan bahwa monitoring dilakukan dengan diskusi antar tim monev dan tim layanan. Terdapat instrument monev yang diisi berdasarkan hasil pantauan tim monev. Instrumen tersebut disusun oleh tim Disdukcapul Sulteng dan Pasigala.

“instrumen dan hal - hal yang dibutuhkan terkait pelaksanaan monitoring dan evaluasi telah disiapkan bersama-sama, sehingga dapat mengukur efektifitas dan capaian dalam pelaksanaan program layanan dokumen kependudukan khususnya akta Kelahiran.” Jelas Aditiya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa monev akan dilakukan 2 tahap. Dengan harapan, apa yang menjadi kendala pada monev awal, sudah selesai saat monev akhir atau kurang lebih satu bulan setelahnya.

Terkait akta kelahiran online, Aditiya menyebut bahwa selain dari tujuan utamanya untuk memenuhi hak dasar anak, layanan ini juga sesuai dengan situasi pandemi yaitu bentuk pelayanan publik berbasis pencegahan penyebaran covid 19. Dimana, masyarakat tidak lagi harus ke Kantor Disdukcapil atau ke tempat ramai namun dapat langsung diurus di Kantor Desa setempat.

Untuk diketahui, selain Disdukcapil Provinsi dan Disdukcapil Pasigala, monev layanan akta kelahiran online juga melibatkan Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Komisi 1 DPRD Kabupaten, Yayasan Karampuang serta pihak media cetak dan  media elektronik.

Adapun 12 titik layanan akta kelahiran online diantaranya 4 layanan di Kota Palu yakni, Kelurahan Tipo, Kelurahan Kabonena, Puskesmas Sangurara dan RSIA Nasanapura, 6 layanan di kabupaten Sigi yaitu di Desa Kabobona, Loru, Soulowe, Padende, Puskesmas Dolo dan RSUD Torabelo, serta 2 layanan di Kabupaten Donggala, yaitu di Kelurahan Gunung Bale dan Desa Wani Satu. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar