Pendidikan

Pemerintah Pasigala Resmi Launching Gerakan Kembali Bersekolah


Pemerintah Pasigala Resmi Launching Gerakan Kembali Bersekolah


Palu – Setalah melalui serangkaian tahapan penanganan anak tidak sekolah (ATS), kini Pemerintah Kabupaten/Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) secara resmi melaunching Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Launching GKB Kota Palu berlangsung di Kampung Nelayan Hotel pada Senin (21/12) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, H. Asri, SH. Sementara launching GKB Kabupaten Donggala dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Donggala, pada Selasa (22/12) yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Moh. Yasin, S.Sos. Sedangkan Kabupaten Sigi, berlangsung hari ini, Rabu (23/12) di Kampung Nelayan Hotel, dihadiri Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekkab. Sigi, Andi Ilham, S.Sos.

GKB merupakan salah satu kegiatan dalam penanganan anak tidak sekolah yang berlangsung atas kerjasama Pemerintah Kabupaten/Kota Pasigala dengan Unicef Indonesia kemitraan Yayasan Karampuang sejak awal tahun 2020.

Direktur Eksekutif Yayasan Karampuang, Ija Syahruni mengatakan GKB ialah satu proses tahapan dalam penanganan penanganan anak tidak sekolah. Dimana sebelumnya telah dilakukan pendataan melalui Sistem Informasi Berbasi Pembangunan (SIPBM), dari data tersebut ditemukan sejumlah anak tidak sekolah di 12 Desa/kelurahan pilot program.

“dengan memanfaatkan data SIPBM, Kita bisa tau situasi ATS. Sehingga langsung ditindaklanjuti, berdiskusi dengan anak yang bersangkutan juga orang tuanya. Hingga akhinya dibahas di pemerintah desa, sampai ketingkat kabupaten kota. Dan dalam 1 tahun kita bisa capai semuanya, akhirnya hari ini kita melaunching mengembalikan ratusan anak tidak bersekolah untuk kembali mendapatkan pendidikan.” Urai Ija saat kegiatan Launching GKB di Kota Palu, Senin (21/12).

Meski telah dikembalikan ke sekolah, ini bukan akhir dari penanganan ATS. Menurut Ija, yang tidak kalah penting ialah bagaimana memonitoring anak yang kembali bersekolah tersebut agar tidak lagi putus sekolah. Olehnya itu, kegiatan launching GKB sekaligus dirangkaikan dengan identifikasi kebijakan atau regulasi yang dibutuhkan terkait penanganan ATS.

Launching GKB di Pasigala sekaligus dirangkaikan dengan advokasi perencanaan pendidikan berbasis data (PPBD). Dengan adanya data by name by address, layanan perencanaan pendidikan dapat tepat sasaran.

Hal ini juga diakui oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Asri, SH., ia menyampaikan bahwa untuk perencanaan pembangunan memang membutuhkan data yang akurat, olehnya itu dengan adanya data SIPBM menurutnya sangat membantu system perencanaan diwilayahnya.

“Untuk perencanaan pembangunan yang baik memang membutuhkan data yang akurat, bukan berarti data kita tidak akurat tapi masih kurang, dengan adanya program ini, pemerintah kota palu sangat terbantu untuk melakukan pengumpulan data berbasis masyarakat.” Kata Asri.

Tak lupa ia menitip pesan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk tetap memantau anak yang telah dikembalikan ke bangku sekolah. Ia berharap prosesnya dapat dikerjakan secara kolektif dengan melibatkan berbagai elemen.

“Tentunya pak kadis pendidikan tidak bisa melakukan sendiri, tapi juga dibantu oleh teman-teman, baik unsur sekolah, lurah, camat, ada juga satgas K5 yang bisa dilibatkan, sebab kalau ini tidak dipantau, bisa saja nantinya hanya 1 sampai 2 minggu disekolah, kemudian anak ini sudah kembali putus lagi.” Himbaunya.

Jumlah anak yang masuk dalam Gerakan Kembali Bersekolah tahun 2020 yaitu, untuk wilayah Kota Palu sebanyak 177 anak, Kabupaten Sigi 96 anak, sedangkan Kabupaten Donggala sebanyak 112 anak. Mereka berasal dari 12 desa/kelurahan pilot program pendidikan, yaitu dari Kelurahan kabonena, Kelurahan Tipo, Kelurahan Lambara, Kelurahan Pantoloan Boya, Desa Kabobona, Desa Soulove, Desa Padende, Desa Loru, Kelurahah Gunung Bale, Desa Loli Tasiburi, Desa Wani Satu dan Desa Dalaka. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar