Perlindungan Anak

Pemkot Palu Dukung Penuh Program Respon Child Emergensi Unicef dan YKM


Pemkot Palu Dukung Penuh Program Respon Child Emergensi Unicef dan YKM


PALU - Pemerintah Kota Palu, mendukung penuh program Respon Child Emergency atau program penanganan anak pasca bencana yang dikerjakan oleh Unicef dan Yayasan Karampuang. Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo saat menghadiri kegiatan Advokasi antar pemangku kepentingan Pencataan Akta kelahiran di Tanaris Coffee Palu (21/11/18).

Pada forum advokasi tersebut turut hadir Perwakilan Unicef Indonesia dibidang perlindungan Anak, Perwakilan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII), Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, beberapa camat, masing-masing koordinator pengungsian di Kota Palu serta tokoh masyarakat, agama dan tokoh pemuda.

Sebagai salah satu bentuk dukungannya, Sigit menyampaikan bahwa pihak Pemerintah Kota telah memiliki data dan dapat digunakan oleh Unucef dan Yayasan Karampuang sebagai acuan dalam melaksanakan program.

“kami di Pemkot juga sudah memiliki data, silahkan teman-teman Unicef dan Yayasan Karampuang menggunakan data tersebut. Atau mungkin kita dapat duduk bersama untuk mencocokkan data ini, jangan sampai ada yang dobel atau ada yang tidak terdata.” Sebutnya.

Terkait Pencatatan Akta Kelahiran, Wawali Kota sangat merespon dan mengarahkan Dinas Dukcapil agar dapat melayani akta kelahiran anak di Posko pengungsian dengan baik.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Kota Palu, Alfrin Magdalena mengatakan, pihaknya telah melakukan pencatatan dokumen kependudukan di beberapa titik pengungsian namun belum dapat terlaksana dengan maksimal. Ia menyampaikan bahwa, permintaan pengurusan dokumen kependudukan ternyata jauh lebih banyak dari yang diprediksi. Olehnya itu, pihak Dukcapil merasa sangat terbantu dengan adanya program yang diusung Unicef dan Yayasan Karampuang.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pencatatan akte kelahiran bagi anak korban bencana, Hanafi Saro selaku Program Officer Penanganan Anak pasca bencana di Kota Palu menyampaikan bahwa akan dilakukan rapat lebih lanjut mengenai teknis pencatatan akte kelahiran bersama masing-masing koordinator pengungsian di 9 titik intervensi Unicef-Yayasan Karampuang yang akan berlangsung di Kantor Disdukcapil Kota Palu.

Adapun titik intervensi pencataan akte kelahiran tersebut diantaranya, Pengungsian Masji Agung I, Mesjid Agung II, Pengungsian Balaroa, Duyu Bantaya, Dayo Dara, Wali Songo, Mamboro, serta pengungsian Petobo I dan Petobo II. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar