Perlindungan Anak

Pencegahan Pernikahan Usia Anak Kini Sampai Ditahap Pemetaan Pemangku Kepentingan


Pencegahan Pernikahan Usia Anak Kini Sampai Ditahap Pemetaan Pemangku Kepentingan


Program pencegahan pernikahan usia anak yang digalakkan oleh Unicef bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Yayasan Karampuang kini sampai ditahap pemetaan pemangku kebijakan. Menurut program manager bidang perlindungan anak Yayasan Karampuang, Ija Syahruni, pemetaan pemangku kebijakan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi para pemangku kepentingan yang mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan pernikahan anak.

“kita mengidentifikasi pemangku kepentingan baik itu lembaga, unsur maupun instansi yang memiliki pengaruh ketika anak menikah ataupun berpengaruh dalam proses pernikahannya.” Ucapnya.

Tahap pemetaan pemangku kepentingan ini telah dilaksanakan di dua kecamatan sebagai pilot program pencegahan pernikahan usia anak yaitu Kecamatan Kalukku pada tanggal 3 Agustus lalu dan Kecamatan Mamuju yang telah berlangsung hari ini (16/8) di D’maleo Hotel. Untuk diketahui, ada 6 desa/kelurahan yang menjadi titik pilot program diantaranya Desa Belang-belang, Desa Pamulukang dan Kelurahan Kalukku di Kecamatan Kalukku dan Desa Karampuang, Desa Batu Pannu dan Kelurahan Binanga di Kec. Mamuju.

Ija menyebut, setelah dilakukan pemetaan di tingkat kecamatan selanjutnya akan berkelanjutan ke tingkat desa/kelurahan, yang kemudian para pemangku kepentingan tersebut akan diberikan pelatihan lebih lanjut untuk mencegah terjadinya pernikahan usia anak.

Sebagai salah satu unsur yang terlibat dalamkegiatan pemetaan tersebut, Perwakilan Polsek Mamuju, Hocky Pamudji menyampaikan, dengan terselenggaranya kegiatan pencegahan pernikahan usia anak itu berarti salah satu permasalahan bangsa telah dipecahkan, sebab mencegah pernikahan anak sama artinya menjaga generasi emas bangsa.

“Dengan terselenggaranya ini, kita bisa membuka mata membuka hati, bagaimana kita bisa menuntaskan masalah bangsa ini sehingga anak-anak kita yang merupakan generasi emas tidak terjebak dalam pernikahan dini.” Kata Hocky.

Sementara, Kepala KUA Kecamatan Mamuju, Hasanuddin juga mengajak setiap unsur untuk bersama-sama dan berkomitmen mendukung program pencegahan pernikahan usia anak demi menjaga generasi bangsa.

Adapun unsur yang terlibat dalam pemetaan pemangku kebijakan diantaranya, Camat, Kepala Desa/Lurah, Kantor Urusan Agama (KUA), Polsek, Puskesmas, Ikatan Bidan Indonesia Mamuju, Kepala Sekolah/guru, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar