Pendidikan

Penyegaran Tim GKB, Menuju Mamuju Bebas ATS


Penyegaran Tim GKB, Menuju Mamuju Bebas ATS


Mamuju – Tim Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) kini berusia 7 tahun sejak terbentuknya ditahun 2012. Merefresh kembali tim yang pernah berhasil mengembalikan ribuan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali mendapatkan pendidikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju bekerjasama Yayasan Karampuang Mamuju dengan dukungan Unicef menggelar kegiatan Penyegaran Tim GKB. Kegiatan yang berlangsung dua hari, Kamis hingga Jumat (18-19/12) di salah satu hotel di Mamuju mengusung tema ‘Menuju Mamuju Yang Bebas Anak Tidak Sekolah’.

Direkur eksekutif Yayasan Karampuang Mamuju (YKM) Ija Syahruni menyampaikan bahwa penting untuk melakukan penyegaran tim GKB Kabupaten Mamuju. Dengan begitu, tim dapat melihat kembali apa isu terkini terkait ATS dan menyatukan pemikiran anggota tim terkait penangan anak tidak sekolah.

“Kita butuh pertemuan untuk menyegarkan, supaya ada peroses refres pengetahuan kembali sehingga upaya pengembalian anak ke sekolah ini bisa lebih maksimal lagi.” Sebut Ija.

Untuk GKB sendiri, kata Ija, sejauh ini belum ada mekanisme evaluasinya, sehingga belum dapat diukur terkait capaiannya. “Anak yang telah telah dikembalikan ke sekolah itu belum terdata mereka di sekolah mana dan situasi terkininya seperi apa, itu kita mau monitoring namun masih terkendala di data.” papar Ija. Hal tersebut yang kemudian akan dicoba monitoring melalui system rapid pro.

Sementara itu, Konsultan Unicef bidang Pendidikan, Zakir Akbar menuturkan, prinsipnya Mamuju ini adalah salah satu kabupaten yang secara Nasional diakui memiliki upaya yang cukup baik dalam rangka penanganan anak tidak sekolah.

“Salah satu bentuk penanganan anak tidak bersekolah itu melalui Gerakan Kembali Bersekolah. Nah GBK ini sudah diakui berbagai pihak, selama ini sudah dianggap sesuatu yang cukup baik bahkan sudah direplikasi dan di contoh banyak daerah, salah satunya adalah misalnya Kabupaten Berebes Jawa Tengah.” Jelasnya.

Namun menurut Zakir, ada kecenderungan GKB Mamuju stagnan, sehingga penyegaran tim dianggap perlu sebagai upaya mengingat kembali napak tilas GKB yang sudah dilakukan oleh tim Mamuju.

“agar teman-teman punya semangat baru punya kekuatan baru sehingga kedepan harapan kita melalui tim GKB nanti Mamuju bisa bebas Anak Tidak Sekolah.” Paparnya.

Adapun unsur yang terlibat dalam tim GBK Mamuju diantaranya, Bapepan Mamuju, Disdikpora Mamuju, Dinas PMD Mamuju, Dinas Kominfo dan Persandian Mamuju, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju, Dinas Sosial Mamuju, Dewan Pendidikan, perwakilan sekolah SD dan SMP di Mamuju, Kepolisian, serta organisasi non pemerintahan dan media. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar