Perlindungan Anak

Perkuat Jaringan Pencegahan Pernikahan Usia Anak, P3UA Diberi Pelatihan ToF


Perkuat Jaringan Pencegahan Pernikahan Usia Anak, P3UA Diberi Pelatihan ToF


Unicef bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Yayasan Karampuang terus meramu berbagai upaya untuk menyukseskan program pencegahan pernikahan usia anak. Salah satunya dengan menggelar Training of Fasilitator (ToF) atau pelatihan fasilitator dalam penguatan jaringan pencegahan pernikahan usia anak dikalangan tokoh agama dan pemimpin masyarakat termasuk lembaga pemerintahan. Pelatihan tersebut berlangsung 3 hari yaitu tanggal 21 sampai 23 November 2017 di hotel d’maleo mamuju.

Terdapat beberapa unsur yang mengikuti kegiatan pelatihan fasilitator tersebut, yaitu unsur yang tergabung dalam Pokja Pencegahan Pernikahan Usia Anak (P3UA) diantaranya, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kab. Mamuju, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mamuju, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mamuju, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mamuju, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Mamuju, Dinas Kesehatan Mamuju, Dinas Sosial Mamuju, Satpol PP Mamuju, Kementrian Agama Mamuju, BKKBN Sulbar, Dinas PPPA Sulbar, RSUD Mamuju, RS Mitra Manakarra Mamuju, Binmas Polres Mamuju, Babinsa Kodim 1418 Mamuju, PKK Mamuju, KUA Kec. Mamuju, Dewan Pendidikan Mamuju, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Mamuju, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mamuju, dan Masagena Foundation serta Fasilitator Desa.

Pada prinsipnya upaya pencegahan perkawinan anak hanya mungkin berhasil apabila ada komitmen dari pemerintah yang didukung oleh para pihak yaitu keluarga, warga/komunitas, aparat pemerintah di tingkat paling bawah di tempat perkawinan anak dipraktikkan, para tokoh formal dan tokoh informal, serta media.

Adapun tujuan ToF ini yaitu memberi kemampuan kepada perserta untuk memahami perkawinan anak secara lebih mendalam serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan, juga memberi kemampuan kepada peserta agar terampil dalam pendampingan komunitas/warga dan lembaga di tingkat dusun dan desa untuk bersama-sama mencegah perkawinan anak.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberi empat materi pembelajaran yaitu pertama orientasi pelatihan, yang membahas mengenai harapan dan kekhawatiran juga keterampilan teknik komunikasi. Kedua, Hak-hak anak, termasuk membaca faktor-faktor pendorong pernikahan anak dan dampaknya, memahami gender dan perkawinan anak serta kerentanan anak perempuan. Sedangkan yang ketiga, mengenai islam dan perkawinan anak yang membahas tentang Interpretasi Islam tentang Perkawinan Anak, juga Implementasi Negara Yordania dalam Mengatasi Perkawinan Anak. Kemudian terakhir Mengatasi Masalah, bagian ini termasuk Teknik Mengelola Pertemuan Warga untuk Perlindungan dan Pemberdayaan Anak Perempuan, dan Rencana Tindak Lanjut dan Monitoring Pasca Pelatihan. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar