Umum

Program RESTORE Dukung Kelompok Usaha Desa, UNDP – YKM Libatkan Pemda Majene sebagai Pendamping dan Pengawas


Program RESTORE Dukung Kelompok Usaha Desa, UNDP – YKM Libatkan Pemda Majene sebagai Pendamping dan Pengawas


Mejene – Selasa, 15 Juni 2021 Yayasan Karampuang Mamuju (YKM) atas dukungan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia menggelar kegiatan Workshop bersama Pemangku Kepentingan di Kabupaten Majene. Kegiatan workshop yang membahas terkait pemberdayaan masyarakat melalui kelompok usaha tersebut berlangsung selama tiga hari di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Majene, Sulawesi Barat.

Kegiatan Workshop melibatkan berbagai unsur mulai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Majene, yakni Bapepan, BPBD, DPM-PTSP, DPMD, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Dinkes, Dinas Pertanian, Dinsos, hingga Pemerintah Desa dan Tenaga Ahli pendamping desa serta fasilitator desa Yayasan Yarampuang.

Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni menegaskan bahwa pelibatan berbagai unsur dalam kegiatan Workshop program RESTORE (Respon Toward Resilience) diharapkan agar dapat mengambil peran dalam mendampingi dan mengawasi pemanfaatan bantuan yang nantinya akan disalurkan kepada kelompok usaha dan usaha personal yang ada di desa.

“sangat besar harapan kami sebagai penyelenggara, agar kita semua dapat terlibat aktif, mendukung, mendampingi dan mengawasi bantuan yang akan diberikan kepada kelompok usaha dan usaha personal. Tentunya kita tidak ingin memberi bantuan lalu ditinggalkan begitu saja. Itulah kenapa dinas-dinas terkait juga dilibatkan. Semoga kita bisa ikut mengambil bagian untuk membantu masyarakat yang terdambak bencana.” Terangnya.

Terkait RESTORE Program, Ija menjelaskan bahwa, UNDP Indonesia melalui Yayasan Karampuang akan membantu kelompok usaha desa dan usaha personal di desa dalam mengaktifkan dan mengembangkan kembali usahanya yang melemah akibat bencana gempa bumi dan pandemic covid-19. Dimana kelompok usaha dan personal selaku penerima manfaat nantinya akan dipilih oleh warga desa sendiri melalui FGD (Focus Group Discussion) bersama pemangku kepentingan di desa berdasarkan kriteria. Adapun kriteria yang dimaksud ialah warga yang berdomisili di desa intervensi, memiliki usaha, dan termasuk dalam kelompok rentan yaitu lansia, kepala keluarga perempuan, ibu hamil dan menyusui, disabilitas, serta kriteria lainnya. Selanjutnya, penerima manfaat akan dilatih khusus oleh tenaga ahli berdasarkan bentuk usahanya.

Sementara itu, program manager ‘RESTORE’ UNDP – Yayasan Karampuang, Fausan Basir menyebut, terdapat dua desa yang akan menjadi lokasi intervensi program di Kabupaten Majene, yaitu Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda dan Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda.

Ia mengatakan bahwa penetapan desa intervensi progam tersebut berdasarkan hasil asesmen oleh Yayasan Karampuang, dimana dua desa tersebut termasuk wilayah terdampak gempa Sulbar pada januari lalu dan memiliki unit usaha masyarakat yang berhenti beroperasi karena pandemic covid-19 serta memiliki potensi usaha yang dapat dikembangkan dan dikelola secara berkelompok.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Majene, Ilhamsyah Djuhaini turut hadir dan membuka kegiatan Workshop secara resmi. Pada kesempatannya, ia menyampaikan terimakasih kepada UNDP dan Yayasan Karampuang atas dukungannya kepada kelompok usaha desa. Ia berharap dengan adanya dukungan program RESTORE, ekonomi masyarakat desa dapat pulih kembali.

“Kami selaku pemkab majene, harapan kami kepada opd yg diundang agar dapat memeberi masukan, saran, apa yg sebaiknya didukung dan diintervensi terkait penanganan perekonomian masyarakat agar bisa pulih kembali bahkan melebihi sebelumnya.” Sebut Ilhamsyah.

Untuk diketahui, kegiatan yang sama juga telah dilakukan di Kabupaten Mamuju. Dimana program RESTORE UNDP – Yayasan Karampung menyasar enam desa, yaitu empat desa di Kabupaten Mamuju dan dua desa di Kabupaten Majene. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar