Perlindungan Anak

Relawan Mulai Beri Dukungan Psikososial Anak


Relawan Mulai Beri Dukungan Psikososial Anak


Mamuju – Selain menyalurkan bantuan logistik, relawan fasilitator remaja yayasan karampuang mulai memberi bantuan berupa dukungan psikososial bagi anak-anak di posko pengungsian. Dukungan psikososial mulai dijalankan hari Rabu (20/1) di 4 titik posko pengungsian, wilayah Kabupaten Mamuju.

Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni menyebut, saat ini dampingan psikososial menyentuh 4 titik posko pengungsian, diantaranya, posko Stadion Manakarra, posko Sukasmin Rangas, posko Padang Baka dan Posko Kalubibing. Menurutnya, dukungan psikososial tersebut akan dilebarkan ke beberapa titik posko pengungsian.

“untuk sementara, dampingan psikososial kita masih di 4 titik posko pengungsian. Namun ini akan kita lebarkan lagi ke posko lain. Kita masih menunggu kesiapan teman-teman relawan fasilitator remaja, dan situasi yang kondusif untuk beraktivitas dengan anak-anak.” Sebut Ija.

Secara teknis, relawan fasilitator remaja Yayasan Karampuang di Posko Stadion, Sri Rahayu menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan dampingan psikososial, ia bekerjasama dengan koordinator posko pengungsian. Dimana, koordinator posko mendampingi perekrutan hingga berjalannya aktivitas dengan anak-anak.

“jadi yang terlibat itu anak-anak disekitar posko, mereka cukup antusias. Untuk perekrutannya kita bekerjasama dengan koordinator posko pengungsian. Kalau usia mereka yang terlibat itu beragam, mulai dari 3 tahun sampai 13 tahun.” Papar Ayu, sapaan Sri Rahayu, usai melakukan pendampingan di Posko Stadion, Kamis (21/1).

Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan tim penyuluh sosial dari Kementrian Sosial RI. Adapun pelaksanaannya, sambung Ayu, tetap menerapkan protokol kesehatan. Yayasan Karampuang membagikan masker kepada anak-anak yang terlibat, lalu mewajibkan pakai hand sanitizer seusai aktivitas.

Ia menyebut, pendampingan psikososial tersebut akan tetap dilakukan selama masa tanggap darurat. Adapun jadwalnya, telah disepakati bersama dengan koordinator pengungsian dan anak-anak yang terlibat.

Seperti diketahui, gempabumi magnituto 6,2 telah mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene pada Jumat (15/1). Gempa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan roboh, hingga warga bermukim di posko pengungsian. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar