Perlindungan Anak

Rumuskan Perdes Pencegahan Perkawinan Anak, Pokja dan Pemerintah Desa Duduk Bersama


Rumuskan Perdes Pencegahan Perkawinan Anak, Pokja dan Pemerintah Desa Duduk Bersama


Sigi – Dukungan pemerintah desa/kelurahan dalam mencegah praktek perkawinan anak semakin serius. Saat ini, 3 desa/kelurahan pilot program pencegahan perkawinan anak yaitu Kelurahan Tipo Palu, Desa Padende Sigi dan Desa wani Satu Donggala telah merumuskan Peraturan Desa dan Kebijakan Kelurahan tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Perumusan tersebut dilakuan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan yaitu Kepala Desa/Lurah, bersama dengan Ketua tim kelompok kerja (Pokja) Pencegahan Perkawinan Usia Anak tingkat Desa/Kelurahan dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Perberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta tim Yayasan Karampuang.

Terkait proses perumusannya, Program Officer Yayasan Karampuang, Amriadi Muhdar menjelaskan, bahwa perumusan Perdes dan Kebijakan Kelurahan dilakukan dikantor desa/kelurahan di 3 titik pilot program. Tim penyusun melakukan duduk bersama dan berdiskusi. Selain itu, tim juga melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab/Kota untuk melakukan sharing informasi terkait program perlindungan anak khususnya pencegahan perkawinan usia anak.

“jadi proses penyusunan perdes ini dimulai dari permusan oleh 6 orang tim perumus desa dan kelurahan bersama tim pokja dan tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh pemuda, lalu uji material oleh akademisi kemudian dilakukan uji public. Setelah rampung, akan dilakukan penandatangan atau pengesahan Perdes Pencegahan Perkawinan Anak. Selanjutnya kami akan melakukan sosialisasi Perdes dan Kebijakan Kelurahan ini kepada masyarakat di 3 desa/kelurahan piloting.” Urai Amriadi usai melakukan perumusan Perdes di Desa Padende, Jumat (25/9).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa salah satu tujuan Perdes/Kebijakan Kelurahan tentang Pencegahan Perkawinan Anak ialah sebagai pedoman kerja dan acuan dalam rangka pengendalian dan pencegahan perkawinan anak bagi tim Pokja Pencegahan Perkawinan Anak Desa dan kelurahan juga bagi satgas K5. Selain itu, juga sebagai implementasi atas rencana tindak lanjut Dialog Warga yang telah digelar 3 kali berturut-turut di masing-masing desa/kelurahan piloting.

Untuk diketahui program perlindungan anak ini berjalan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten/Kota Palu, Sigi dan Donggala bersama Unicef Indonesia dengan kemitraan Yayasan Karampuang. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar