Perlindungan Anak

Save the Children libatkan Yayasan Karampuang pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Lembaga Bidang Perlindungan Anak


Save the Children libatkan Yayasan Karampuang pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Lembaga Bidang Perlindungan Anak


Jakarta – Salah satu lembaga internasional yang bergerak di bidang perlindungan anak, yaitu Save the Children melibatkan Yayasan Karampuang Mamuju dalam pelatihan peningkatan kapasitas lembaga dibidang perlindungan anak, khususnya dalam situasi darurat. Sebagai lembaga lokal di Sulawesi Barat, Yayasan Karmpuang yang didukung oleh Unicef juga turut berperan pada aksi kemanusiaan Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat (PAdSD) di Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Berdasarkan penyampaian penanggung jawab kegiatan, Zubedy Koteng, pelatihan tersebut dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak tentang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat (PAdSD) berdasarkan versi terbaru Standar Minimum Perlindungan Anak (SMPA). Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan SMPA untuk kesiap-siagaan dan penanggulangan bencana.

Dijelaskan bahwa, SMPA telah menjadi salah satu referensi atau panduan utama untuk menerapkan PAdSD dan telah diperbarui untuk versi 2019, yang secara resmi diluncurkan di Jenewa 15 Oktober 2019. Standar ini dimaksudkan untuk semua aktor kemanusiaan, terutama mereka yang bekerja dalam perlindungan anak atau yang bekerja langsung dengan anak-anak, keluarga dan masyarakat.

SMPA Edisi 2019 memberikan peningkatan pada edisi pertama yang diluncurkan pada 2012. Peningkatan tersebut meliputi Pengakuan yang lebih besar tentang peran aktor lokal dalam melindungi anak-anak dalam aksi kemanusiaan, Memasukkan bukti terbaru dan praktik terbaik, Meningkatkan jenis kolaborasi antar sector, Fokus pada pemrograman holistik yang didasarkan pada kerangka sosial-ekologis, Relevansi yang lebih besar untuk konteks pengungsi, perpindahan dan migrasi, Relevansi yang lebih besar untuk situasi penanganan penyakit menular, Peningkatan fokus untuk mencegah pelecehan, penelantaran, eksploitasi, dan kekerasan, juga Integrasi tambahan dari isu-isu kunci lintas sektoral, seperti bantuan tunai dan voucher, serta Indikator prioritas yang ditingkatkan, lebih terukur dan lebih realistis.

Adapun output yang diharapkan dari pelatihan tersebut yakni setiap lembaga dapat menyepakati prinsip-prinsip umum antara mereka yang bekerja dalam perlindungan anak, Memperkuat koordinasi antara para pelaku aksi kemanusiaan untuk bertanggung jawab atas program perlindungan anak, Menetapkan bidang profesional perlindungan anak yang jelas dalam aksi kemanusiaan, juga Menyediakan sintesis dari praktik yang baik dan pembelajaran terkini, serta Meningkatkan komitmen untuk membangun kapasitas internal di setiap organisasi dan untuk digunakan sebagai panduan kesiap-siagaan dan respons dalam aksi kemanusiaan.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan yang berlangsung di salah satu hotel Jl. Kemang I, Mampang, Jakarta selatan berlangsung selama 5 hari dari tanggal 18 hingga 22 November 2019. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar