Umum

Selaku Ketua Pokja P3UA, ini Tanggapan Hajrul Malik atas Penghargaan Pemkab. Mamuju


Selaku Ketua Pokja P3UA, ini Tanggapan Hajrul Malik atas Penghargaan Pemkab. Mamuju


Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise pada peringatan Hari Anak Nasional di Surabaya, Jawa Timur (23/7). Penghargaan yang diterima langsung oleh Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid tersebut ialah kategori Pencegahan Perkawinan Anak Terbaik tahun 2018.

Selaku ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan Perkawinan Usia Anak atau P3UA, Hajrul Malik mengaku sangat mengapresiasi hal tersebut. Sebagai pokja pertama dibidang pencegahan pernikahan usia anak, Hajrul merasa ini prestasi yang sangat luar biasa, sebab secara format pihaknya masih otodidak sehingga kalau dihitung dari program kerja menurutnya P3UA belum terlalu maksimal.

Dengan semangat dan kepedulian terhadap kondisi anak, Hajrul yang juga menjabat sebagai ketua dewan pendidikan mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan program pencegahan perkawinan usia anak baik melalui program pada Pokja P3UA juga secara pribadi dengan melakukan sosialisasi.

“saya juga lakukan sosialisasi di masjid, di sekolah, juga kepada orang tua anak, dengan harapan pesan pencegahan perkawinan anak ini dapat diketahui oleh semua pihak.” Kata Hajrul saat ditemui disela-sela aktivitasnya pada Selas (24/7) kemarin.

Atas penghargaan yang diterima Pemkab Mamuju, ketua Pokja P3UA ini berharap Bupati Mamuju dapat menindaklanjuti dengan segera menyinergikan program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab. Mamuju yang terkait.

“Harapan kami setelah pemberian penghargaan ini, kita harap Bupati menindaklanjuti dengan segera bersibergi dengan setiap OPD terkait, karena pokja sendiri tidak ada anggaran, tapi bisa disinergikan dengan program yang ada di OPD sehingga benar-benar Mamuju menjadi model, bukan hanya administrasi tapi juga desain, dengan harapan Mamuju bisa jadi pelopor dalam merubah image di Indonesia dalam konteks pencegahan perkawinan usia anak.” paparnya.

Lebih lanjut Hajrul berharap Dinas PPPA Sulawesi Barat dapat menfasilitasi pokja P3UA Mamuju untuk dapat menyebar informasi kepada kabupaten lain yang ada di Sulbar, agar pesan pencegahan perkawinan anak dapat tersebar secara menyeluruh.

Untuk diketahui, pada program pencegahan pernikahan anak yang berjalan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Mamuju, Unicef dan Yayasan Karampuang, dilakukan dengan tiga pendekatan, yakni pendekatan kebijakan melalui pokja P3UA, pendekatan komunitas/masyarakat melalui dialog warga, dan pendekatan remaja melalui kelas lingkaran remaja yang telah berlangsung di 6 desa/kelurahan pilot yakni Kelurahan Binanga, Desa Karampuang, Desa Batu Pannu di Kecamatan Mamuju dan Kelurahan Kalukku, Desa Belang-belang dan Desa Pamulukang di Kecamatan Kalukku. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar