Umum

Ternak Itik dan Ikan Kemitraan Yayasan Karampuang dengan Masyarakat Kampung Baru Resmi Beroperasi


Ternak Itik dan Ikan Kemitraan Yayasan Karampuang dengan Masyarakat Kampung Baru Resmi Beroperasi


Kalukku – Unit usaha peternakan itik dan ikan kerjasama Yayasan Karampuang dengan masyarakat di Lingkungan Kampung Baru, Bebanga, Kecamatan Kalukku mulai berjalan. Unit usaha yang dikelola oleh kelompok Wirausaha Sosial Marendeng Kampung Baru resmi beroperasi setelah dilaunching oleh Ketua DPRD Sulawesi Barat, Hj. Siti Suraidah Suhardi pada Senin (7/12/2020) kemarin.

Dalam kesempatannya, Suraidah mengaku sangat mendukung kegiatan yang bersifat mandiri utamanya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Ia berharap, unit usaha baru tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga membantu percepatan peningkatan ekonomi masyarakat Kalukku khususnya di Lingkungan Kampung Baru.

Ditempat yang sama, Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni menyampaikan bahwa pengadaan unit usaha ternak itik dan ikan tersebut sebagai salah satu upaya untuk lebih mempererat kemitraan antara masyarakat, pemuda dan pihak yayasan.

“dalam pengembangan program ini besar harapan kita dapat menggerakkan ekonomi rumah tangga dan juga mendorong pemuda untuk mau berwirausaha secara mandiri dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada disekitarnya.” Kata Ija.

Sementara itu, ketua wirausaha Sosial Marendeng, Jaja Wiharja menjelaskan bentuk kemitraan yang dibangun yaitu, Yayasan Karampuang membantu pengadaan itik petelur sebanyak 202 itik dan 1000 bibit ikan lele. Sedangkan lahan dan pengembangannya akan dijalankan oleh kelompok usaha sosial marendeng sendiri.

“selaku masyarakat di kampong baru, kami bersyukur, karena selain mendapat dukungan materil, kami juga diberi pendampingan tekhnik beternak itik petelur dan budidaya ikan. Ini tentunya sangat memberi manfaat bagi kami, sehingga lahan dikampung kami yang dulunya kosong kini dapat dimanfaatkan bersama.” Terang Jaja.

Ia mengatakan, kurang lebih satu bulan itik ternaknya akan mulai bertelur. Olehnya itu, pihaknya telah menyasar beberapa kios dagang di wilayah Bebanga sebagai target pasar penjualan telur itiknya. Sementara untuk ikan lele, katanya dari bibit hingga siap jual memakan waktu 6 bulan, sehinnga tahap awal, pihaknya masih fokus dalam perawatan agar bibit ikan tersebut dapat hidup dan siap jual. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar