Perlindungan Anak

Tim YKM Identifikasi Anak Tanpa Akta Kelahiran


Tim YKM Identifikasi Anak Tanpa Akta Kelahiran


Tim dari Yayasan Karampuang lakukan identifikasi terhadap anak yang tidak memiliki akta kelahiran di tiga desa/kelurahan pilot program peningkatan cakupan akta kelahiran. Identifikasi yang dilakukan berdasarkan data SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat) tersebut berlangsung pada hari Kamis (26/7) di Kantor Kelurahan Binanga Kec. Mamuju dan hari Sabtu (28/7) di Kantor Desa Botteng Utara Kec. Simboro dan Kantor Desa Bunde Kec. Sampaga.

Dari data SIPBM, masih terdapat ratusan anak usia 0-18 tahun yang tidak memiliki akta kelahiran di masing-masing desa/kelurahan pilot. Di kelurahan Binanga, data SIPBM tahun 2015 menunjukkan 451 anak, sementara di Desa Botteng dari data SIPBM tahun 2017 terdapat 378 anak , sedangkan di Desa Bunde dari data SIPBM tahun 2014, sebanyak 235 anak yang belum memiliki akta kelahiran.

“data ini yang kemudian kita verifikasi kepada kepala desa bersama kepala dusun dan masyarakat, dengan begitu dapat diketahui secara ril apa-apa saja kendalanya sekaligus kita sepakati rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk mencapai target 100 persen masyarakat di desa atau kelurahan pilot ini memiliki akta kelahiran.” Terang Ahmad Martono selaku program officer Yayasan Karampuang.

Khusus di Desa Botteng Utara, kriteria anak yang tidak memiliki akta kelahiran yakni orang tua tidak memiliki buku nikah, keluarga miskin, pihak keluarga kurang memahami pentingnya dokumen kependudukan, juga faktor kesibukan (pekerjaan) dan anak yang lahir dari pernikahan usia anak.

Adapun rencana tindak lanjut yang disepakati dari hasil diskusi antara pemerintah desa, kepala dusun dan masyarakat yakni pemerintah desa akan melakukan pendataan keluarga yang tidak memiliki buku nikah dan akta kelahiran, lalu pemerintah desa bersama bhabinkamtibmas Kec. Simboro dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mamuju akan melakukan sosialisasi tentang dokumen kependudukan kepada masyarakat yang tidak memiliki akta kelahiran, juga sosialisasi melalui spanduk atau baliho di setiap dusun, dan sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak. Kemudian Pemerintah desa mengupayakan itsbat nikah dan layanan kependudukan.

Sekedar diketahui, kegiatan identifikasi anak yang tidak memiliki akta kelahiran tersebut didukung oleh Unicef kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju. Adapun kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa/kelurahan, bhabinkamtibmas, para kepala dusun/lingkungan dan tokoh masyarakat. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar