Pendidikan

Tingkatkan Partisipasi Remaja dalam Penanganan ATS, YKM Latih 24 Fasilitator Pendamping


Tingkatkan Partisipasi Remaja dalam Penanganan ATS, YKM Latih 24 Fasilitator Pendamping


Palu – Peningkatan partisipasi remaja merupakan salah satu kegiatan program pendidikan yang dilaksanakan oleh Yayasan Karampuang (YKM) bekerjasama Unicef Indonesia. Pada prosesnya, Yayasan Karampuang melatih 24 fasilitator muda yang berpengalaman dalam mendampingi anak dan remaja untuk meningkatkan kemampuan partisipasi remaja dilingkungannya, utamanya terkait penanganan anak tidak sekolah (ATS). Pelatihan fasilitator tersebut berlangsung 4 hari, mulai tanggal 7-8 Oktober 2020 di Kampung Nelayan Hotel, dan berlanjut tanggal 13-14 Oktober 2020 di kawasan wisata Bora Hot Spring.

Program Officer Yayasan Karampuang, Muh. Sabir Saleh menjelaskan,  kegiatan pelatihan tersebut dilaksanan untuk membekali fasilitator dalam melakukan pendampingan remaja. Pelatihan dibagi dalam 2 sesi, pertama tanggal 7-8 Oktober terkait pengenalan modul Adolescent Development and Participation (ADaP) yang dirancang oleh Unicef dan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) kepada remaja di 12 desa/kelurahan percontohan wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).

Selanjutnya pelatihan sesi kedua yaitu tanggal 13-14 Oktober. Fasilitor dilatih untuk mendampingi kelompok remaja yang disebut lingkar remaja. Tak hanya itu, Fasilitator juga diperkenalkan dengan data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), yang menyediakan data ATS di desa/kelurahan percontohan.

Setelah pelatihan, fasilitator akan merekrut 15 remaja di masing-masing desa/kelurahan. Berdasarkan jadwalnya, sambung Sabir, pendampingan akan berjalan 10 kali pertemuan. Dimulai dengan FGD bersama kelompok remaja, yaitu mengumpulkan informasi terkait tingkat partisipasi remaja di desa/kelurahan, selanjutnya dilakukan pertemuan lingkar remaja yaitu sesi peningkatan kapasitas agar mereka dapat berpartisipasi dilingkungannya. Lalu penyampaian terkait data ATS dari SIPBM kepada remaja, kemudian melakukan aksi. Harapannya, remaja mampu mengadvokasi pemerintah desa/kelurahan untuk menyusun kebijakan terkait penanganan anak tidak sekolah (ATS).

“jadi tujuan dari kegiatan ini adalah agar remaja dapat berpartisipasi. Melalui kegiatan pendampingan remaja, mereka akan didorong untuk dapat melakukan advokasi lalu terlibat dalam penyusunan kebijakan di desa atau kelurahannya utamanya terkait penanganan anak tidak sekolah. Maka dari itu, sebelum mendampingi remaja, fasilitator terlebih dahulu dibekali dengan kegiatan pelatihan ini.” Terang Sabir.

Untuk diketahui, kegiatan pendampingan partisipasi remaja akan dijalankan di 12 desa/kelurahan percontohan yang tersebar di Pasigala. Diantaranya Kelurahan Tipo, Kelurahan Kabonena, Kelurahan Lambara dan Kelurahan Pantoloan Boya di Kota Palu, lalu Desa Kabobona, Desa Padende, Desa Soulowe dan Desa Loru untuk Kabupaten Sigi, kemudian Kelurahan Gunung Bale, Desa Loli Tasiburi, Desa Wani Satu dan Desa Dalaka di wilayah Kabupaten Donggala. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar