Pendidikan

Uji Coba Stranas Penanganan ATS, Pemkab Mamuju bentuk Tim Khusus


Uji Coba Stranas Penanganan ATS, Pemkab Mamuju bentuk Tim Khusus


Mamuju – Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat terpilih menjadi daerah uji coba strategi nasional (Stranas) Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS) bersama dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Mamuju bekerjasama Yayasan Karampuang dengan dukungan Unicef Indonesia telah melakukan berbagai tahapan dalam menangani ATS. Salah satunya dengan membentuk tim khusus P-ATS tingkat Kabupaten Mamuju pada rapat koordinasi P-ATS antar stakeholder se Kabupaten Mamuju, yang berlangsung di Matos Hotel, Rabu (16/10/19) lalu.

Terdapat beberapa isu penyebab anak tidak bersekolah yang menjadi sasaran kerja Tim P-ATS Kab. Mamuju. Yaitu pertama pernikahan usia anak dan pekerja anak, kedua minimnya dukungan orang tua dan biaya, juga minimnya data, kemudian akses layanan pendidikan yang jauh serta kondisi sekolah yang kurang menarik.

Sebagaimana hasil workshop Stranas P-ATS bagi Kabupaten Mamuju, yang disampaikan oleh Zakir Akbar selaku praktisi pendidikan anak, bahwa rekomendasi program hasil workshop meliputi pendampingan ATS, parenting bagi orangtua ATS, melanjutkan program pembelian seragam sekolah, perbaruan data SIPBM/DPBM, harmonisasi data ATS, integrasi stranas P-ATS ke dalam perencanaan daerah, pengembangan sekolah inklusi, pengembangan lifeskill atau kecakapan hidup, pelatihan model-model pembelajaran, dukungan akses ke jaminan perlindungan sosial, USB dan RKB.

Zakir melanjutkan, bahwa dalam penanganan ATS, butuh tindaklanjut seperti menetapkan strategi pendataan ATS atau perbaruan data SIPBM/DPBM, juga menyepakati kelompok ATS prioritas atau wilayah prioritas penanganan, serta segera menyusun RAD P-ATS untuk tahun anggaran 2020 dan perlu menetapkan tim teknis P-ATS melalui SK Bupati.

Program P-ATS di kabupaten Mamuju yang didukung oleh Unicef Indonesia akan berjalan hingga tahun 2020. Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni mengatakan, target programnya ialah semua anak usia sekolah yakni 7-18 tahun mendapatkan akses pendidikan berkualitas yang dapat menumbuhkan potensi anak untuk menjadi generasi mandiri. Dengan pencapaian pendidikan 12 tahun, diharapkan tidak ada anak yang tertinggal/tidak belajar.

Intervensi program melingkupi perencanaan pendidikan desa berbasis data  & terselenggaranya Pendidikan Universal pada semua anak di desa baik pendidikan formal maupun nonformal.  Dengan 4 desa sebagai rintisan yakni Botteng Utara, Dungkait, Pammulukang dan Bunde, yang menggunakan Data SIPBM sebagai dasar perencanaan.

Untuk diketahui, Tim P-ATS Kabupaten Mamuju diisi oleh Bapepan, Disdikpora, Dinas PP dan Pa, Kementrian Agama, Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Disdukcapil, Diskominfo dan Persandian, BPS Mamuju, TP-PKK Mamuju, Polres Mamuju, Kodim 1418 Mamuju, BP Paud, Baznas, Organisasi Keagamaan serta dunia usaha dan industri. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar