Pendidikan

Undang Warga, Tim SIPBM Lakukan Rekonfirmasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS)


Undang Warga, Tim SIPBM Lakukan Rekonfirmasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS)


Palu – Setelah melalui rangkaian tahap SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat) mulai dari pengumpulan data, validasi data hingga analisis data, kini tim SIPBM kabupaten/kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) lakukan rekonfirmasi data anak tidak sekolah (ATS) usia 7-18 tahun. Dengan mengundang pendata serta masyarakat di desa/kelurahan, tim melakukan pencocokan dan penyesuaian data SIPBM dengan keadaan sebenarnya.

Berdasarkan keterangan Program Officer Kota Palu bidang Pendidikan Yayasan Karampuang,Irfan Dj, bahwa data yang valid sangat dibutuhkan dalam menyusun perencanaan yang akurat. Termasuk data anak tidak sekolah, yang akan menjadi dasar pemenuhak hak anak dalam mendapatkan pendidikan dengan Gerakan Kembali Bersekolah.

“SIPBM menyajikan data by name by address anak yang bersekolah maupun anak tidak sekolah. Tahap rekonfirmasi data ini terbilang penting karena pada prosesnya akan menghasilkan data anak diluar sekolah secara rekap untuk dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan maupun program gerakan kembali bersekolah.” Kata Irfan saat menfasilitasi kegiatan Rekonfirmasi Data di Kelurahan Pantoloan Boya, Rabu (16/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ATS terbagi dalam tiga kategori/kelompok, yaitu anak belum pernah sekolah, lulus tidak lanjut, dan putus sekolah. Hal itu pula yang akan menjadi pembahasan dalam tahap rekonfirmasi data yang hasilnya akan digunakan sebagai bahan FGD (Focuss Group Discussion) untuk mencarikan solusi terkait ATS.

Rekonfirmasi data juga menjadi tahapan dalam membagi kembali klasifikasi anak tidak sekolah tersebut. Seperti kasus di Kota Palu, yaitu pada data SIPBM, terdapat sejumlah anak usia 7-18 yang lulus tidak lanjut, namun setelah direkonfirmasi, ternyata ia putus sekolah. Selain itu juga ada data yang menunjukkan bahwa anak putus sekolah namun ternyata ia masih sekolah.

“Data SIPBM khusus Kota Palu, terdapat 277 anak tidak sekolah usia 7 sampai 18 tahun. Setelah proses rekonfirmasi, data ini berkurang menjadi 269 anak. Ada selisih 8 anak yang ternyata mereka masih berstatus sekolah.” Paparnya usai merekap data hasil rekonfirmasi 4 kelurahan di Kota Palu, Kamis (17/9). Begitupun di Sigi dan Donggala, setelah proses rekonfirmasi, juga terdapat sejumlah data yang berubah. 

Rekonfirmasi data berlangsung satu kali pertemuan dilaksanakan di 12 desa/kelurahan piloting program yang berlangsung atas kerjasama Pemerintah Kabupaten/Kota Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) dengan Unicef Indonesia kemitraan Yayasan Karampuang. Diantaranya, kelurahan Tipo, Kabonena, Lambara dan Patoloan Boya untuk Kota Palu, Desa Loru, Padende, Soulowe dan Kabobona di wilayah Kabupaten Sigi serta Kelurahan Gunung Bale, Desa Loli Tasiburi, Wani Satu dan Dalaka di Kabupaten Donggala. (dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar