Pendidikan

Unicef Indonesia libatkan Yayasan Karampuang dalam Konferensi Kebaikan Indonesia


Unicef Indonesia libatkan Yayasan Karampuang dalam Konferensi Kebaikan Indonesia


Mamuju – Unicef Indoensia bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Konferensi Kebaikan Indonesia secara daring. Konferensi tersebut berlangsung tiga hari dari tanggal 26 sampai 28 Juni 2021. Pada setiap sesinya, Unicef Indonesia mengundang sejumlah tokoh untuk berbagi kebaikan dan berdiskusi.

Salah satu yang turut terlibat berbagi cerita dan berdiskusi dalam forum nasional tersebut yaitu Yayasan Karampuang Mamuju (YKM), yang diikuti langsung oleh Direktur YKM, Ija Syahruni. Pada sesi panel ‘Menciptakan Dampak Melalui Advokasi’ bersama dengan Angga D. Martha, Pemerhati Isu Kepemudaan, dan Spesialis Kebijakan Social Unicef, Ija Syahruni berbagi tentang ‘Advokasi Untuk Perubahan’. Sesinya tersebut berlangsung di hari ketiga, Senin (28/6) dari pukul 10.45 sampai 11.30 WIB.

Pada kesempatannya, Ija menyampaikan bahwa betapa pentingnya sebuah advokasi oleh remaja dalam membawa perubahan kepada sesuatu yang lebih baik. Menurutnya, hal dasar yang mesti diingat yaitu mengembangkan potensi diri, dimulai dari belajar, peduli, percaya diri, dan ekspresi, hingga remaja dapat mengenali masalahnya dan menemukan solusinya.

Selain itu, yang tak kalah penting ialah mengidentifikasi siapa yang dapat mendukung dalam melakukan advokasi. Ija menyebut, bahwa orang-orang yang dapat mendukung bisa dari orang disekeliling kita, yakni orang tua, sahabat, guru, suatu komunitas/forum dan organisasi.

Pada forum tersebut, Ija juga berbagi pengalaman kebaikan ‘advokasi untuk perubahan’ yang dilakukan oleh remaja di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah dampingan Yayasan Karampuang yang didukung oleh Unicef Indonesia. Salah satunya yaitu remaja mengadvokasi pemerintah desa/kelurahan untuk mengeluarkan kebijakan tentang Partisipasi Remaja dalam Pengambilan Keputusan di Desa/Kelurahan. Atas upaya tersebut, salah satu desa di Kabupaten Sigi, yakni Desa Padende menjadi Desa Layak Anak dimana, pemerintah desa telah berkomitmen untuk selalu memberi ruang partisipasi kepada remaja termasuk dalam proses Musrenbang Desa.

Dalam Konferensi Kebaikan Indonesia yang berlangsung tiga hari tersebut, juga ada sesi ‘Kebaikan dan Empati dalam Kepemimpinan’ di hari pertama, yang dihadiri oleh Deputi Perwakilan Unicef Indonesia, Robert Gass, Mentri PP dan PA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, Jurnalis dan Aktivis Pendidikan dan Kesetaraan Gender, Najwa Sihab serta Plt. Kepala Pusat Penguatan Karakter Plt. Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Ir. Hendarman. Dihari pertama juga ada sesi ‘Tanya jawab’ dengan Duta Regional Unicef untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Siwon Choi tentang kebaikan dan anti perundungan.

Sementara hari kedua ada sesi ‘Kesehatan Mental dan Praktik Mindfulness’ dan ‘Praktik Baik dalam Menyelenggarakan Lokakarya yang Inklusif’. Serta hari ketiga sesi ‘Menciptakan Dampak melalui Advokasi’ dan sesi diskusi ‘Empati vs Hukuman’ kemudian berakhir dengan Lokakarya Empati untuk Peserta Konferensi Kebaikan Indonesia. (ykm-dhl)



Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar