Perlindungan Anak

YKM Kenalkan Manajemen Kesehatan Menstruasi pada Anak Penyintas Gempa


YKM Kenalkan Manajemen Kesehatan Menstruasi pada Anak Penyintas Gempa


Mamuju – Mengalami fase menstruasi adalah salah satu tantangan yang dihadapi anak perempuan, apalagi saat di pengungsian. Memberi informasi mengenai manajemen kesehatan menstruasi (MKM) menjadi hal penting bagi anak dan remaja. Olehnya itu dukungan psikososial lingkar remaja Yayasan Karampuang Mamuju (YKM) yang berlangsung pada minggu ke 2 februari juga menyampaikan materi terkait MKM.

Fasilitator Lingkar Remaja Yayasan Karampuang, Dwi Utami Putri menyebut bahwa pada sesi 7 dan 8 remaja mulai disampaikan tentang MKM. Kata Dwi, kegiatan tersebut memanfaatkan Buku MKM yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan, Kementrian Kesehatan dan Unicef Indonesia.

“jadi pada pendampingan dukungan psikososial lingkar remaja, kami fasilitator memanfaatkan kit remaja dari Unicef, termasuk buku manajemen kesehatan menstruasi.”Sebut Dwi.

Kepada remaja, dijelaskan bahwa menstruasi adalah proses alami bagi perempuan. Menstruasi pertama mulai terjadi pada usia 10-15 tahun. Saat mengalaminya, jangan ragu untuk berbicara pada ibu, kakak atau ibu guru.

Sedangkan penggunaan pembalut, sebaiknya diganti setiap 4-5 jam sekali, untuk mencegah timbulnya penyakit pada vagina dan saluran kencing. Waktu yang disarankan untuk menggantinya yaitu saat mandi pagi, saat disekolah, saat pulang sekolah, saat mandi sore, dan sebelum tidur. Setelah digunakan, pembalut tidak boleh dibuang begitu saja, akan tetapi dilipat, dibungkung dengan kertas atau plastik kemudian dibuang ketempat sampah. Pada buku MKM tersebut juga dijelaskan agar selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

Keram atau sakit perut juga hal yang sering dialami saat menstruasi, ini bisa diatasi dnegan melakukan peregangan atau olahraga ringan. Jika tidak tahan sakit, bisa dengan minum obat anti nyeri tiap 6 jam sekali atau bisa Tanya kepada dokter di puskesmas terdekat. Difase menstruasi, anak perempuan juga kadang merasa lelah dan lemas, olehnya itu sebaiknya makan dan minum yang bergizi seperti sayur, buah dan daging.

Uniknya pada buku MKM tersebut, tidak hanya diperuntukkan bagi anak perempuan, tapi juga kepada anak laki-laki. Mereka diharapkan mengerti tantangan yang dihapai oleh anak perempuan dan dapat menghargai fase menstruasinya. Dwi menjelaskan, anak laki-laki perlu tahu agar tidak mengejek, bisa berlaku sopan dan menghargai perempuan.

“jadi dalam buku ini juga dijelaskan apa yang perlu dilakukan oleh anak laki-laki, yaitu tidak mengejek, bersikap sopan dan menawarkan bantuan kepada anak perempuan.” tambah Dwi. Olehnya itu, pada sesi MKM, remaja diminta bermain peran, yang mana, anak laki-laki berperan menjadi perempuan yang sedang menstruasi, sehingga mereka dapat lebih berempati. (dhl)


Berikan Penilaian Anda :
Komentar


Tinggalkan Komentar
gambar